More
    Beranda Sastra Puisi 3 Rekomendasi Buku Puisi buat Mewarnai Hari Anda!

    3 Rekomendasi Buku Puisi buat Mewarnai Hari Anda!

    Intenselynews.com – Selain menyenangkan untuk dibaca, puisi dapat menginspirasi banyak orang dan membantu menyehatkan jiwa. Berikut ini 3 rekomendasi buku puisi untuk menemani dan mewarnai hari-hari Anda!

    Sudahkah Anda membaca:

    3 Rekomendasi Buku Puisi.

    1. A Poem for Every Day of the Year’,  Allie Esiri

    Membaca Poem for Every Day of the Year akan menumbuhkan kecintaan Anda terhadap syair. Bersumber dari independent.co.uk di dalam buku ini juga ada beberapa lirik lagu, seperti “You Need is Love” oleh Lennon dan McCartney dan “Blowin’ in the Wind “oleh Bob Dylan. Salah satu pengantarnya menuliskan “Puisi dapat memberi kita kekuatan, membuat kita tertawa terbahak-bahak atau mengagumi keajaiban dan absurditas kehidupan.”

    2. Paper Aeroplane, Simon Armitage

    Penyair Yorkshire Barat, Simon Armitage, diangkat sebagai penyair ke-21 Inggris pada Mei tahun lalu. Koleksi yang sangat mudah dibaca ini, aslinya diterbitkan pada tahun 2014 dan diperbarui pada tahun 2019. Bersumber dari independent.co.uk, dalam buku ini mencakup banyak hal, di antaranya tentang “Brassneck“, kisah dua pencuri di tengah kerumunan pertandingan sepak bola, hingga puisi komik tentang seorang penyair yang mengadakan pesta Natal soliternya, lengkap dengan “tanduk rusa yang berkedip”.

    3. Smoke & Mirrors, Michael Faudet

    Romance yang indah dan menantang akan Anda temukan ketika membaca buku puisi ini. Beberapa isi buku di antaranya “Black and White“, “One More Touch”, “Black Stockings,”  dan puisi menakjubkan lainnya.

    Pada 21 Maret lalu diselenggarakan hari puisi dunia. Pada perayaan tahun lalu beberapa kafe di lebih dari 40 negara menawarkan para pelanggan kopi gratis dengan imbalan puisi. Selain itu, banyak orang yang memilih merayakannya dengan mengungkapkan puisi favorit mereka di media sosial menggunakan hastag #WorldPoetryDay.

    Hari Puisi Sedunia diluncurkan oleh Unesco pada tahun 1999 sebagai pengakuan atas “kemampuan unik puisi untuk menangkap semangat kreatif dari pikiran manusia” dan telah diadakan setiap tahun sejak itu.

    Sudahkah Anda membaca:

    Image by vicky-christell from Pixabay

    -IN-

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Translate »