25.9 C
Jakarta

Apa yang Terjadi ketika Komputer dapat Memprediksi Pikiran Anda?

*Komputer Memprediksi Pikiran Anda, Membuat Gambar Berdasarkan Mereka *Ringkasan: Menggabungkan data fungsi otak EEG, teknologi antarmuka brain-computer, dan artificial intelligence (kecerdasan buatan), para peneliti telah menciptakan sistem yang dapat menghasilkan gambar dari apa yang dipikirkan seseorang.

Intenselynews.com – Para peneliti di Universitas Helsinki telah mengembangkan teknik. Teknik itu menunjukkan komputer memodelkan persepsi visual dengan memantau sinyal otak manusia.  Komputer seolah-olah mencoba membayangkan apa yang sedang dipikirkan manusia. Sebagai hasil imajinasi ini, komputer bisa menghasilkan informasi yang sama sekali baru, seperti gambar fiksi yang belum pernah dilihat sebelumnya. Lalu apa yang terjadi ketika komputer dapat memprediksi pikiran Anda?

Komputer dapat Memprediksi Pikiran dengan Teknik Brain-Computer Antarmuka

Bersumber dari helsinki.fi, teknik ini didasarkan pada brain-computer interface (antarmuka) baru. Sebelumnya, brain-computer antarmuka serupa telah mampu melakukan komunikasi satu arah dari otak ke komputer, seperti mengeja huruf-huruf individual atau menggerakkan kursor.

Sejauh yang diketahui, studi baru ini adalah yang pertama di mana presentasi komputer atas informasi dan sinyal otak dimodelkan secara bersamaan menggunakan metode kecerdasan buatan. Gambar yang cocok dengan karakteristik visual yang menjadi fokus peserta dihasilkan melalui interaksi antara respons otak manusia dan jaringan saraf generatif.

Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada bulan September.

Sudahkah Anda Membaca:

Pemodelan Neuroadaptif Generatif

Para peneliti menyebut metode ini sebagai model neuroadaptive generative. Sebanyak 31 relawan berpartisipasi dalam penelitian yang mengevaluasi efektivitas teknik tersebut. Peserta diperlihatkan ratusan gambar yang dihasilkan AI dari banyak orang dengan tampilan beragam saat EEG mereka direkam.

Subjek diminta untuk berkonsentrasi pada fitur tertentu, seperti wajah yang tampak tua atau sedang tersenyum. Saat melihat rangkaian gambar wajah yang disajikan dengan cepat, EEG subjek dimasukkan ke jaringan saraf, yang menyimpulkan apakah gambar yang terdeteksi oleh otak cocok dengan yang dicari subjek.

Berdasarkan informasi ini, jaringan saraf menyesuaikan perkiraannya dengan wajah seperti apa yang dipikirkan orang. Akhirnya, gambar yang dihasilkan oleh komputer dievaluasi oleh peserta dan hampir cocok dengan fitur yang dipikirkan peserta. Akurasi percobaan adalah 83 persen.

“Teknik ini menggabungkan respons alami manusia dengan kemampuan komputer untuk membuat informasi baru. Dalam percobaan tersebut, partisipan hanya diminta untuk melihat gambar yang dihasilkan komputer.

Komputer, pada gilirannya, memodelkan gambar yang ditampilkan dan reaksi manusia terhadap gambar tersebut dengan menggunakan respons otak manusia. Dari sini, komputer dapat membuat gambar yang benar-benar baru yang sesuai dengan keinginan pengguna,” kata Tuukka Ruotsalo, Rekan Peneliti Akademi Finlandia di Universitas Helsinki, Finlandia dan Profesor Rekanan di Universitas Kopenhagen, Denmark.

Sikap tidak sadar mungkin akan terlihat

Menghasilkan gambar wajah manusia hanyalah salah satu contoh penggunaan potensial teknik ini. Salah satu manfaat praktis dari penelitian ini adalah bahwa komputer dapat meningkatkan kreativitas manusia.

“Jika Anda ingin menggambar atau mengilustrasikan sesuatu tetapi tidak dapat melakukannya, komputer dapat membantu mencapai tujuan Anda, mengamati fokus perhatian dan memprediksi apa yang ingin Anda buat,” kata Ruotsalo. Para peneliti percaya bahwa teknik tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman tentang persepsi dan proses yang mendasari pikiran kita.

“Teknik ini tidak mengenali pikiran, melainkan menanggapi asosiasi yang kita miliki dengan kategori mental. Jadi, meskipun kami tidak dapat menemukan identitas ‘orang tua’ tertentu yang dipikirkan peserta, kami dapat memperoleh pemahaman tentang apa yang mereka kaitkan dengan usia tua. Oleh karena itu, kami percaya ini dapat memberikan cara baru untuk mendapatkan wawasan tentang proses sosial, kognitif dan emosional,” kata Peneliti Senior Michiel Spapé. 

Sudahkah Anda Membaca:

Sumber: Universitas Helsinki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Investasi Deposito, Kenali Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak pilihan instrument investasi, deposito merupakan produk yang paling populer. Investasi deposito sendiri merupakan bentuk simpanan berjangka yang dibuat...

7 Alasan Kenapa Banyak Orang Memilih Berinvestasi Emas

Intenselynews.com – Menurut Warren Buffet, investor yang baik adalah mereka yang melakukan diversifikasi pada aset-asetnya. Di antara sekian banyak pilihan instrumen investasi, emas masih...

Ingin Membeli Rumah? Ketahui Perbedaan AJB, PJB, dan PPJB

Intenselynews.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang. Selain membangunnya sendiri, membeli rumah adalah opsi yang paling mudah untuk dipilih. Ada banyak sekali...

Rekomendasi Film Inspiratif untuk Anda Menjelang Akhir Pekan

Intenselynews.com – Sepanjang tahun 2020 ini, sudah tak terhitung rasanya lelah yang tertumpuk di pundak. Namun, jangan biarkan semua beban itu membuat Anda jadi...

Pengertian Reksadana Secara Luas, Mengenal Jenis dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak jenis instrumen investasi, Anda tentu sudah tidak asing dengan reksadana. Investasi satu ini banyak dipilih karena mudah, dapat...
Translate »