More
    Beranda Investasi Cerdas Finansial Bagaimana Menginvestasikan Uang Anda dengan Bijak?

    Bagaimana Menginvestasikan Uang Anda dengan Bijak?

    Intenselynews.com – Sebagai pemula, berinvestasi pada mulanya mungkin tampak menakutkan. Terutama ketika Anda membayangkan risiko kerugian. Namun, jika Anda memulainya dengan melalukan penelitian terlebih dulu, dan mempelajari jenis investasi yang Anda pilih, bukan tidak mungkin Anda akan memiliki masa depan keuangan yang sehat. Ingin belajar bagaimana menginvestasikan uang Anda dengan bijak? Berikut ini disajikan beberapa tips untuk membantu pemula yang ingin berinvestasi!

    Tips Bagaimana Menginvestasikan Uang dengan Bijak

    Terdapat beberapa langkah sebelum Anda memutuskan berinvestasi. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut:

    1. Pahami jenis investor apa Anda?

    Langkah pertama ini merupakan jalan untuk mengetahui bagaimana cara Anda dalam mengelola investasi. Apakah Anda ingin menjalankannya sendiri? Atau perlu menyewa seorang ahli buat menjalankan investasi Anda? DIY (Do-It-Your Self) merupakan istilah untuk pendekatan ketika Anda mau melakukan segalanya sendiri. Seperti, melakukan penelitian investasi, dan memantau rutin kondisi investasi. Cara ini mungkin akan memakan banyak waktu, namun Anda memiliki kendali penuh atas portofolio investasi yang Anda miliki.

    Jenis investor kedua adalah, ketika Anda lebih suka berinvestasi secara pasif. Pendekatan ini ditujukan buat investor yang tidak berminat melakukan semuanya sendiri. Misalnya, Anda ingin berinvestasi reksa dana, Anda dapat menggunakan robo advisor (penasihat robot). Platform tersebut dapat melakukan semua pekerjaan untuk Anda, setelah Anda menjawab beberapa pertanyaan tentang tujuan investasi dan seberapa besar risiko yang ingin Anda ambil.

    Ketiga, Anda bisa menjadi jenis investor yang melakukan persilangan antara DIY dan pasif investasi. Sambil mengelola investasi Anda sendiri, Anda dapat mempekerjakan penasihat investasi buat menambah wawasan dan keahlian Anda berinvestasi.

    Baca juga: Punya Kartu Kredit? Ini Cara Tepat Menggunakannya Agar Hemat Uang

    2. Pilih Jenis Investasi yang Sesuai dengan Kemampuan Anda Menerima Risiko

    Terdapat banyak pilihan investasi. Seperti emas, saham, reksa dana, dll. Setelah melalukan riset mendalam, pertimbangkan untuk memilih investasi dengan tingkat risiko yang dapat Anda terima. Kemampuan Anda menerima risiko itu sama halnya seperti seberapa siap Anda akan kehilangan uang Anda jika tiba-tiba investasi terpilih anjlok di pasar. Umumnya, semakin tinggi risiko investasi, semakin tinggi pula tingkat pengembaliannnya. Meskipun mungkin tergoda, Anda perlu memperhitungkannya dengan matang.

    Berikut ini adalah kelas aset dasar berdasarkan tingkat risikonya:

    1. Kas (termasuk setara kas). Uang tunai dianggap sebagai investasi paling aman karena nilainya biasanya stabil, meskipun terdapat risiko inflasi. Cara berinvestasinya juga sangat mudah. Anda hanya perlu menyimpan/menambah cadangan uang tunai Anda di rekening tabungan (bank) yang memberikan imbalan bunga secara berkala.
    2. Obligasi. Jenis investasi ini juga dikenal sebagai hutang atau pendapatan tetap. Caranya adalah, Anda meminjamkan uang kepada pemerintah/lembaga dan dibayar bunga sebagai imbalannya. Selain karena imbal hasil yang menggiurkan, pilihan investasi obligasi dianggap memiliki keamanan yang lumayan tinggi terutama pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Namun, Anda juga perlu memahami beberapa risikonya, seperti risiko gagal bayar, risiko pasar, dan risiko likuiditas.
    3. Investasi real estate. Berinvestasi real estate (kepemilikan properti seperti rumah/apartemen) merupakan investasi jangka panjang yang perlu komitmen kuat. Harga real estate yang cenderung meningkat dari masa ke masa membuat investasi di industri ini terus berkembang. Namun, penting pula untuk rajin merawat kondisi properti Anda agar tetap bernilai tinggi.
    4. Saham. Risiko saham sangat bervariasi. Perusahaan yang lebih muda mungkin lebih berisiko, tetapi perusahaan yang mapan juga bisa bangkrut karena perubahan yang tidak terduga atau tuntutan hukum yang tiba-tiba.
    5. Kontrak Berjangka dan Derivatif Lainnya. Jenis investasi ini adalah saat Anda berspekulasi tentang harga masa depan dari aset yang mendasarinya. Pada dasarnya ini adalah kontrak yang mewajibkan pihak-pihak yang terlibat untuk membeli dan menjual aset (seperti minyak) dengan harga dan tanggal yang telah ditentukan di masa depan.
    6. Komoditas dan Logam Mulia. Logam mulia juga diprediksi investasi jangka panjang yang risikonya tidak terlalu besar karena harganya yang cenderung meningkat. Anda dapat pula memperdagangkan (melakukan trading komoditas/logam mulia), dan meraup keuntungan secara cepat. Namun, Anda juga perlu mempelajari cara trading yang baik untuk menghindari kerugian karena penurunan harga.
    7. Investasi Alternatif Lainnya. Dewasa ini Anda juga dapat mempertimbangkan investasi alternatif. Seperti meminjamkan ke perusahaan kecil (start up) melalui platform pinjaman peer-to-peer (p2p lending), dengan imbalan bunga. Platform tersebut mempertemukan Anda sebagai pemberi pinjaman dengan pemimjam secara online). Investasi ini bisa menjadi tambahan portofolio Anda, dengan tetap mempertimbangkan risikonya.

     Baca juga: Investasi Saham Menuju Tahun 2021, Saham Apa yang Patut di Lirik?

    3. Menentukan Tujuan Investasi

    Setelah Anda memiliki pengetahuan yang baik tentang jenis kelas aset yang dapat Anda investasikan, saatnya buat menentukan tujuan keuangan Anda. Untuk apa Anda menabung dan berinvestasi? Berapa banyak yang Anda butuhkan? Misalnya, jika Anda menabung untuk biaya pendidikan anak, Anda akan memerlukan jumlah yang berbeda dari jika Anda menabung untuk pernikahan, membeli rumah, atau untuk masa pensiun.

    Tujuan investasi itu akan memengaruhi keputusan Anda dalam memilih jenis investasi. Beberapa tujuan investasi itu di antaranya: investasi jangka pendek (misalnya, p2p lending dan memasukkan dana Anda ke rekening tabungan), investasi jangka panjang (misalnya, saham dan properti).

     4. Tentukan Anggaran Investasi Anda

    Jika Anda ingin menjadi investor, memiliki anggaran bisa sangat membantu dalam mengatur keuangan yang Anda dapat tabung buat berinvestasi. Saat membuat anggaran, pertimbangkan untuk mengalokasikan dana investasi Anda setelah dikurangi kebutuhan bulanan Anda (bukan keinginan Anda buat berbelanja), seperti tagihan listrik, makanan, dan sisihkan pula untuk dana darurat. Bagaimana menginvestasikan uang dengan bijak? Tergantung pula dari kecerdasan Anda memilah antara kebutuhan dengan keinginan. Selamat berinvestasi!

    Baca juga: Momentum Terbaik untuk Membeli Emas, Kapan Saja?

    Image by eko pramono from Pixabay 

    -Sintha Rosse-

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Translate »