28.4 C
Jakarta

Cashless Meningkat. Peran AI Melindungi Digital Payment Saat COVID-19

Intenselynews.com – Apakah Cashless? Akhir-akhir ini penggunaan cashless meningkat dan istilah tersebut kian populer seiring COVID-19 mewabah. Cashless merupakan sebuah istilah yang mengacu pada sistem pembayan digital atau non-tunai.

Pandemi COVID-19 atau virus corona telah mengubah cara publik dalam hal pembayaran untuk mengurangi dampak penyebarannya, yakni menggunakan sistem non-tunai sehingga meningkatkan pembayaran digital.

Penggunaan Cashless Meningkat

Dilansir dari towardsdatascience, analisis menunjukkan bahwa transaksi non-tunai global diprediksi akan mencapai tonggaknya, yakni senilai $ 1 triliun pada tahun 2024. Dengan pertumbuhan digital payment tersebut, tidak hanya mengubah cara pebisnis maupun individu pada umumnya dalam cara pemindahan penyimpanan uang. Oleh karenanya perlu juga dipertimbangkan terkait keamanannya, sehingga terhindar dari penipuan digital.

Terkait hal itu, Artificial Intelligence (AI) dengan kerangka kerja keamanan yang baik untuk mencegah dan mendeteksi penipuan digital, merupakan teknologi yang dapat membantu kita mendapatkan pengalaman pembayaran digital dengan aman dan efisien.

Peran AI dalam Pembayaran Digital

AI banyak digunakan dalam berbagai sektor industri, seperti kesehatan, transportasi, sistem informasi, dll. Namun, sejauh ini industri yang paling banyak berinvestasi dalam pengembangan AI adalah industri keuangan, yang berfokus pada sistem pembayaran. Berikut ini 3 cara AI dalam pengembangan sistem pembayaran digital:

  1. Chatbots Perbankan

Chatbots yang terintegrasi dengan AI akan membantu pengguna menerima respons yang lebih cepat untuk menyelesaikan masalah dan pertanyaan terkait pembayaran mereka. Bank of America adalah bank raksasa pertama yang mengintegrasikan chatbots ke dalam sistem mereka yang dinamai Erica. Tujuan Erica adalah memungkinkan pengguna mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

  1. AI dapat Mendeteksi Penipuan

Dengan meningkatnya sistem pembayaran digital secara real-time, maka dibutuhkan pula teknik deteksi penipuan real-time. Menurut sebuah laporan terbaru dari pembayaran digital global, volume transaksi akan mencapai tonggak sejarah, yakni sekitar 726 miliar pada akhir 2020. Peningkatan volume transaksi itulah yang menyebabkan perbankan perlu menyelidiki bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknik AI guna membantu memerangi penipuan pembayaran dan penipuan keuangan lainnya. Harapannya adalah bahwa AI akan membantu bank untuk secara cepat memonitor semua data transaksi secara real-time. Di mana hal ini setidaknya secara signifikan akan mengurangi terjadinya penipuan dari transaksi.

  1. AI Meningkatkan Efisiensi

Tidak bisa dimungkiri bahwa dampak AI pada industri pembayaran sangat menarik. Dari mengubah cara orang menginvestasikan uang mereka, hingga membuat proses peminjaman uang lebih mudah diakses oleh publik. Salah satu keuntungan utama adospi AI dalam sistem pembayaran adalah membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi layanan operasional kepada pelanggan. Di mana waktu pemrosesan pembayaran lebih cepat dan akurat.

 Baca juga:

Image by Gerd Altmann from Pixabay

-Kamlet Rosse-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Kompetisi Trading Aset Kripto Diluncurkan bitFlyer dan Quazard

Intenselynews.com – Luxembourg – bitFlyer, perusahaan cryptocurrency exchange dikabarkan bermitra dengan Quazard, pengembang game crypto-trading. Kemitraan itu untuk membawa kompetisi trading aset kripto terverifikasi...

Pengusaha Properti Paling Sukses dan Terkaya di Dunia

Intenselynews.com – Bukan rahasia lagi jika properti adalah salah satu industri yang paling menjanjikan di dunia. Pertumbuhannya juga meningkat pesat sepanjang tahun. Tak heran...

Buka Usaha E-Commerce Baru? Beberapa Hal Ini Penting Diketahui!

Intenselynews.com – Sebagai pemula di dunia bisnis e-commerce, berbagai kisah sukses para pengusaha yang lebih dulu terjun ke industri tersebut mungkin membuat Anda berpikir...

Amazon Patenkan Sistem Blockchain untuk Pelacakan Rantai Pasokan

Intenselynews.com – Tertanggal 26 Mei lalu perusahaan e-commerce terkemuka dunia, Amazon, mengajukan paten untuk sistem Blockchain pelacakan barang mereka di rantai pasokan. Amazon patenkan...

Pemerintah Venezuela Tuntut Inggris atas Emas Mereka

Intenselynews.com – Seperti yang kita ketahui, pemerintah Venezuela mengalami krisis ekonomi berkepanjangan selama beberapa tahun ke belakang. Negara tersebut mengalami penurunan nilai mata uang...
Translate »