More
    Beranda Profil Chiragh Kirpalani dan Kesuksesannya Merintis Fintech Ayopop

    Chiragh Kirpalani dan Kesuksesannya Merintis Fintech Ayopop

    Intenselynews.com – Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi finansial alias fintech, nama Ayopop tentu sudah tak asing lagi. Aplikasi penyedia layanan pembayaran ini dibuat untuk mempermudah proses pengisian pulsa, pembayaran tagihan listrik hingga air.  Intenselynews kali ini berkesempatan untuk melakukan wawancara singkat dengan Chiragh Kirpalani selaku founder.

    Perusahaan penyedia layanan pembayaran online ini lahir pada tahun 2016 silam,  ‘dibidani’ oleh Chiragh Kirpalani dan Jakob Rost. Bermula dari penjualan pulsa dan paket data, kini Ayopop telah memiliki ratusan mitra dengan satu juta pengguna. Lewat aplikasi, tidak hanya kemudahan, pengguna juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

    Baberapa waktu yang lalu, perusahaan ini juga tercatat mendapatkan pendanaan belasan miliar pendanaan ventura dari GREE Ventures. 

    Intenselynews kali ini berkesempatan untuk melakukan wawancara singkat dengan Chiragh Kirpalani selaku founder. Simak petikannya berikut ini!

    Intenselynews (IN): Melihat latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja Anda sebelumnya, Anda lebih banyak berkecimpung di bidang desain. Apa yang lantas menjadi alasan Anda tertarik pada teknologi keuangan?

    Chiragh Kirpalani (CK): Background saya di bidang User Experience Design. Saat saya kuliah dan mengambil spesialisasi di bidang UX di tahun 2005-2009, kata UX Design itu belum terdengar di industri.

    Saya sendiri kurang yakin prospek ke depannya bisa seperti apa. Namun peluang untuk belajar subjek yang baru mendorong keyakinan saya untuk mengambil spesialisasi tersebut. Setelah lulus kuliah, peluang kerja sangat limited. Akhirnya dapat kerjaan di e-commerce dari Amerika yang mengerti bidang user experience design dan sedang ada lowongan. 

    Dari sana, saya berkembang dari UX Design jadi Product Designer, lalu merangkul bidang Product Management sebagai Product Manager di e-commerce tersebut.

    Dengan bekerja langsung dengan founder dan CEO nya dari start-up tersebut selama 3 tahun di tahun 2010-2012, saya mendapatkan pengalaman kerja dengan fast growing start-up dan diberikan kepercayaan untuk me-manage tim dengan 50-an karyawan. Fokus saya dari product wireframing, development, testing, end to end release cycle, quality testing dan feature planning

    Saya lahir di Jakarta. Ayah saya juga lahir di Jakarta. Kakek saya pindah dari India ke Jakarta setelah kemerdekaan RI tahun 1945. Pengalaman dari berbagai startup di Amerika dan India bagi saya sangat bermanfaat untuk kontribusi kembali membangun ekosistem digital di Indonesia; terutama di bidang fintech

    IN: Apa yang menjadi misi Anda saat pertama kali ingin mendirikan Ayopop?

    CK: Ayopop adalah start-up yang fokus dibidang pembayaran tagihan/bill payment. Ayopop sendiri adalah singkatan dari All Your Online Payment in One Place. Dari channel online yang mempunyai pembayaran bill payment, Ayopop sendiri paling lengkap dengan lebih dari 1200+ digital produk.  

    Fokus Ayopop adalah membantu para Biller/Operator untuk menerima koleksi keuangan / pembayaran mereka lewat channel online payment yang jauh lebih cepat dan lebih efisien dari segi pengeluaran. Ayopop yang menyediakan infrastruktur bagi para Biller/Operator untuk mempercepat hal tersebut.

    Kami sendiri tidak membatasi pelanggan untuk bayar tagihan tersebut hanya melalui aplikasi Ayopop saja. Masyarakat Indonesia punya pilihan untuk bayar lewat channel kesukaan yang memudahkan mereka; karena itu Ayopop telah membangun sistem OpenAPI yang bisa di akses oleh e-commerce, perbankan, retail outlet atau start-up lainnya sebagai partner dengan mitra mitra Biller dan akses ke produk digital terlengkap di Indonesia melalui jaringan yang kami sediakan. 

    IN: Selama 3 tahun lebih mengelola Ayopop, seperti apa penerimaan masyarakat dari awal sampai sekarang?

    CK: Seluruh pembayaran tagihan melalui online channel di Indonesia hanya berkontribusi 2-3%. 6-7% lainnya dilakukan melalui gerai retail dan sisanya melalui sistem agen/laku pandai/kios kios tradisional.

    Pertumbuhan smartphone dan jangkauan internet di Indonesia bertumbuh dengan cepat. Semua start-up dalam tahap creating awareness kepada masyarakat luas untuk menggunakan solusi digital yang diluncurkan oleh masing-masing start-up itu sendiri. Harapan saya bagi industri kami adalah untuk menumbuhkan kontribusi pembayaran tagihan di Indonesia menjadi double digit dalam 3-4 tahun yang akan datang. 

    Ayopop punya aplikasi sendiri dengan jutaan transaksi per bulannya. Namun misi kami adalah untuk menjadi partner dengan channel online yang ingin memberikan opsi pembayaran tagihan di aplikasi mereka dengan menggunakan solusi openAPI yang telah dibangun oleh Ayopop agar bisa mendapatkan akses ke 1200+ digital produk yang ada di jaringan sistem kami.

    Banyak partner-partner online sudah mulai di-supply oleh Ayopop sebagai one stop bill payment provider mereka.

    IN: Selama 3 tahun lebih mengelola Ayopop, seperti apa penerimaan masyarakat dari awal sampai sekarang?

    CK: Assortment yang kami miliki banyak sekali yang unik. Kami memiliki pembayaran IPL properti, kos-kosan bulanan, pembayaran edukasi, dan berbagai biller/operator lainnya yang hanya terdapat di jaringan Ayopop.

    Kami tidak melihat platform lainnya yang ingin / sudah menerima bill payment sebagai kompetitor. Kami malah ingin menjadi supplier bagi mereka lewat produk digital kami. Misi Ayopop sendiri untuk membantu biller/operator untuk menerima tagihan bulanan mereka lebih cepat dengan cost yang jauh lebih masuk akal. 

    Tahun 2015, ide mengenai Ayopop muncul saat saya kembali ke tanah air dan melihat solusi pembayaran digital itu sangat sulit. Kadang pembayaran PDAM sebuah kota hanya ada di channel Bank A namun untuk membayar tagihan-tagihan TV harus melalui channel lain. Dan channel pembayaran ini masih belum online pula.

    Misi Ayopop mulai dari sana, bagaimana caranya kami bisa menjadi one stop solution untuk pembayaran semua produk digital. Tiga tahun pertama, kami fokus integrasi dengan berbagai nama besar biller/operator yang ada. Seterusnya kami akan menambahkan lebih banyak biller/operator ke sistem jaringan Ayopop agar bisa membantu online collection mereka lebih cepat dan lebih menguntungkan. 

    IN: Dari seluruh aspek teknologi finansial di tanah air, hal apa yang menurut Anda perlu dibenahi?

    CK: Banyak usecase baru yang muncul dari teman-teman start-up teknologi finansial di Indonesia. Melalui perbincangan ini, saya ingin berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan regulator yang sangat supportif dengan pergerakan model bisnis digital.

    Kondisi ini membantu para wirausaha/entrepreneur lokal untuk memperkenalkan solusi yang tepat bagi masyarakat Indonesia yang membantu keuangan financial dan mementingkan perlindungan konsumen. Era digitalisasi ini sangat baik untuk tracking perputaran uang negara kita. 

    Yang harus diperhatikan oleh banyak startup yang baru saja mulai bersaing adalah di bidang risk dan compliance. Startup harus memastikan telah melapor kepada otoritas terkait sesuai dengan bisnis model yang mereka kembangkan dan tidak asal langkah untuk mendapatkan transaksi. 

    Yang perlu dikembangkan kedepannya adalah policy mengenai data konsumen yang menggunakan platform/channel online agar terproteksi dengan aman dan bisa menjadi salah satu aspek yang harus diterapkan lebih lanjut dengan do’s and don’ts nya.

    IN: Sebagai penggiat startup, apa nasehat atau tips yang ingin Anda sampaikan pada anak-anak muda Indonesia yang juga ingin mendirikan perusahaan startup sendiri?

    CK: Ada beberapa hal yang saya selalu bagikan dengan teman-teman terutama anak-anak muda tanah air yang ingin mendirikan perusahaan startup mereka sendiri. Satu, carilah co-founder atau anggota tim yang memiliki kemampuan saling melengkapi dengan skill yang Anda miliki. Ini akan membantu startup Anda untuk thinking from different aspek.

    Kedua, carilah mentor startup yang punya pengalaman di bidang bisnis Anda. Jika orang tersebut dari industri sama akan membantu start-up untuk guidance dan bantu speed to market.

    Ketiga, akses ke dana modal tidak gampang. Jangan mengkhayal bahwa semua start-up itu dapat funding dengan gampang. Banyak sekali anak-anak muda berpikiran seperti ini; nyatanya seringkali berbeda, banyak sekali yang tidak sukses pula untuk mendapatkan funding dalam meneruskan ide mereka menjadi nyata. 

    Yang penting itu, push the limit, harus coba. Jangan mudah menyerah kalau mau mendirikan perusahaan startup sendiri. Harus long term thinking, mengerti kompetisi pasar dan menguasai domain knowledge agar sukses. All the best!

    Baca juga:

    -Dita Safitri-

    1 KOMENTAR

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Bagaimana Menginvestasikan Uang Anda dengan Bijak?

    Intenselynews.com – Sebagai pemula, berinvestasi pada mulanya mungkin tampak menakutkan. Terutama ketika Anda membayangkan risiko kerugian. Namun, jika Anda memulainya dengan melalukan penelitian terlebih...

    Cara Memilih Bisnis Franchise yang Tepat untuk Anda!

    Intenselynews.com – Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, memilih jenis usaha yang akan dijalankan kadang menjadi sesuatu yang membingungkan. Belum lagi harus memikirkan produk,...

    Kenaikan Bitcoin, Investor Ethereum dan Ripple Ikut ‘Kecipratan’ Rezeki

    Intenselynews.com – Hampir semua investor aset kripto pasti tahu bahwa kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya popularitas aset kripto nomor satu dunia ini pasti akan...

    Wabah Virus Corona dan Pengaruhnya di Ruang Kripto Terkini

    Intenselynews.com – Wabah virus Corona (Covid-19) masih menjadi perhatian utama dunia saat ini. Mulai mewabah sekitar 17 November 2019 lalu di Wuhan, tidak sampai...

    Momentum Terbaik untuk Membeli Emas, Kapan Saja?

    Intenselynews.com – Sebagai salah satu jenis investasi tertua yang pernah ada, harga emas terus mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi...
    Translate »