25.9 C
Jakarta

Cicilia Rosalinda, President Director TYCHE Consultant Services

Intenselynews.com – Sebagai founder sekaligus President Director di TYCHE Consultant Services, Cicilia Rosalinda memiliki pengalaman yang panjang dalam karirnya. Selama kurang lebih 21 tahun, ia melanglang buana dari satu retail ke retail lainnya. Pengalaman inilah yang Cicilia Rosalinda bawa untuk mendirikan TYCHE Consultant Service.

Cicilia Rosalinda, dan Masa Depan Retail Tanah Air

Pernah menangani berbagai proyek mall dan pusat perbelanjaan besar populer tanah air, berikut petikan obrolan Intenselynews.com Cicilia Rosalinda!

Intenselynews (IN): Apa yang menjadi alasan terbesar Anda saat mendirikan TYCHE Consultant Service?

Cicilia Rosalinda (CR): Saya memiliki impian untuk memajukan dan memperkenalkan Shopping Mall di Indonesia ke mancanegara, karena saya melihat Shopping Mall di Indonesia nggak kalah keren dibanding Shopping Mall di belahan dunia lainnya. Aku butuh my own independent identity untuk bisa lebih bebas berkreasi dan lebih obyektif memberikan pendapat/ ide/ masukan terhadap project Shopping Mall yang saya tangani atau saya review di acara TV show maupun buku tentang Shopping Mall dan Retail yang saya buat. Apabila saya tetap bekerja sebagai professional baik di Developer maupun di Perusahaan Consultant, saya tentu saja memiliki keterbatasan karena harus selalu membawa bendera Developer ataupun Perusahaan Consultant tempat saya bekerja.

Saya juga ingin menjadi Consultant Mall dan Retail yang bisa memberikan kontribusi terbaik demi pertumbuhan Shopping Mall dan Retail di Indonesia.

Saat ini TYCHE Consultant Services telah dipercayai untuk menjadi Sole Marketing Consultant di beberapa Project Mall seperti VIVO MALL di Bogor, CINERE BELLEVUE MALL di Jakarta Selatan, NEW MALL TATURA di Palu, (New Mall) di Bandara Soekarno Hatta – Tangerang, SKA MAL di Pekanbaru, PHINISI POINT di Makassar, MANSYUR POINT di Medan.

Kami juga menjadi Tenant Representative untuk beberapa brand Retail, seperti TIGER HILL,BAR.B.Q PLAZA, IXOBOX dan beberapa brand Retail lainnya.

IN: Dibanding perusahaan yang bergerak di bidang serupa, apa yang membedakan TYCHE Consultant Services dengan yang lain?

CR: Di Indonesia, company consultant yang khusus menangani leasing/ marketing shopping mall boleh dibilang sangat terbatas. Dikarenakan, bidang ini tidak hanya membutuhkan sekedar keahlian untuk memasarkan, seorang Mall Consultant juga harus mampu menjiwai dan memahami kebutuhan market yang menjadi segmentasi pasar sebuah Mall serta harus memiliki kemampuan untuk membangun TRUST (kepercayaan) dengan para Retailer dan Developer yang telah mempercayakan project Mall-nya untuk ditangani sepenuhnya oleh Mall Consultant tersebut. Jadi, untuk mendapat predikat Mall Consultant yang credible dibutuhkan kesediaan untuk bekerja dengan HATI.

Adapun hal yang membedakan TYCHE Consultant Services dengan company consultant yang lain adalah kami selalu berusaha memberikan komitmen dengan sepenuh hati untuk menyelesaikan seluruh project Mall yang telah dipercayakan kepada kami hingga occupancy Mall mencapai kondisi maximum dengan disertai tenancy mix dan konsep Mall yang telah disepakati semula dengan pihak Developer. Untuk mencapai hasil akhir yang memuaskan semua pihak, selain komitmen dan kerja keras dari Mall Consultant, dukungan dan kepercayaan dari Retailer juga adalah faktor yang sangat penting, selain tentu saja dibutuhkan pula komitmen yang luar biasa serta kredibilitas dari pihak Developer (Pemilik Mall).  Selain hal tersebut, saya bekerjasama dengan beberapa stasiun televisi menghadirkan program TV show pertama di Indonesia yang mengangkat update terkini serta fenomena tentang berbagai hal yang terjadi di bisnis Shopping Mall dan Retail di Indonesia. Bersama TRANSVISION, saya telah memproduksi sebanyak 7 (tujuh) episode dengan program TV berjudul “QUEEN OF MALL” yang tayang di channel Insert. Ke depannya, bersama ELJOHN TV juga sedang dalam proses produksi penayangan TV show yang khusus mengangkat update seputar Shopping Mall dan Retail di Indonesia.

Baca Juga :

IN: Bergerak di bidang consultant service, siapa saja yang menjadi target pasar perusahaan Anda?

CR: Saya memiliki 3 target pasar yakni:

  1. DEVELOPER: baik itu Developer yang baru akan membangun mall baru, maupun Developer yang ingin me-rejuvenate/ meremajakan kembali mall nya yang sudah established dengan melakukan upgrade maupun penyesuaian konsep mall dengan trend mall dan retail yang disesuaikan dengan kebutuhan market mall tersebut saat ini.
  2. RETAILER: baik Retailer yang menjadi tenant di project mall yang ditangani, maupun Retailer yang membutuhkan asistensi untuk melakukan ekspansi di mall-mall seluruh Indonesia.
  3. VENDOR: semua lini bisnis yang terlibat di dalam operasional sebuah Mall.

IN: Dengan pengalaman di bidang leasing shopping center lebih dari 20 tahun, apa yang paling berubah dari sektor ini sejak pertama kali Anda terjun hingga hari ini?

CR: Yang paling terasa perubahannya adalah konsep mall dan trend retail yang setelah hadirnya fenomena Online Business di dunia dan kemudian masuk ke Indonesia, kebutuhan customer yang menjadi target market mall mengalami pergeseran/ shifting behavior dan juga lifestyle.

Kalau Mall di era tahun 1990an hingga awal2 tahun 2000, Mall yang dibangun semuanya harus besar- supaya bisa menjadi onestop shopping dengan target market nya adalah family (keluarga). Saat ini mall yang dibangun tidak harus besar dan dikenal dengan istilah Lifestyle Center, yang hanya menyediakan tenancy mix seperti: bioskop, supermarket, restaurant, pharmacy, gadget store dan accessories misalnya. Tanpa kehadiran dept store ataupun toko elektronik yang besar, cukup disesuaikan dengan kebutuhan customer yang menjadi target market mall tersebut.

Apalagi saat ini keberadaan mall sudah menjadi “wajib ada” terutama untuk developer yang membangun superblock di atas lahan yang dimilikinya. Konsep bisnis retailer pun mengalami shifting dan berefek pada kebutuhan luasan toko di dalam mall. Misalkan: toko elektronik yang semula membutuhkan luasan lebih dari 1000 sqm, saat ini mengalami downsizing menjadi hanya seluas 300-500 sqm; Restaurant yang tadinya memiliki kebutuhan sitting area yang luas, dikarenakan berkembangnya bisnis delivery food, sitting area Restaurant pun mengalami downsizing.

Menghadapi fenomena online business yang berkembang cukup pesat di tanah air kita, strategi agar mall tetap ramai dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, tenancy mix yang bersifat destination yang tidak dapat dinikmati melalui transaksi online, harus diperbanyak; selain tentu saja ambience dan atmosphere mall harus benar-benar dibuat sangat menarik atau dikenal dengan istilah Instagramable.

IN: Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam bisnis ini? Terutama di tengah pandemi seperti sekarang?

CR: Pandemi COVID 19 ini membuat banyak lini bisnis terdampak. Termasuk Mall Consultant. Dapat dimaklumi bahwa banyak Developer yang menghentikan sementara pembangunan project mall baru, begitu pun para Retailer yang harus mengambil langkah bijak untuk menghentikan ekspansi dan fokus terhadap existing outlets yang sudah sempat berjalan/ beroperasi. 

IN: Prestasi apa yang paling membanggakan bagi Anda selama membangun TYCHE Consultant Services?

CR: TYCHE Consultant Services baru mulai berdiri pada tanggal 8 Mei 2018. Praktis, baru berjalan 2 tahun, yang kemudian diterpa badai Pandemi Covid 19. Untuk Perusahaan yang baru berjalan 2 tahun dan telah diberikan kepercayaan menjadi Sole Marketing Consultant untuk 7 project mall dan menjadi Tenant Representative untuk lebih dari 3 brand retail di Indonesia, juga telah berhasil memproduksi sebanyak 7 episode TV Show “Queen of Mall” di TRANSVISION yang ditayangkan di channel Insert, dan juga diminta untuk menjadi Pembicara maupun Pengajar di beberapa seminar dan universitas di Indonesi.

Buat saya semua yang telah saya dan team kerjakan selama 2 tahun terakhir adalah prestasi yang luar biasa dan saya sangat bersyukur atas semua pengakuan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya dan Team TYCHE Consultant Services oleh semua pihak yang terlibat di dalam proses operasional TYCHE Consultant Services. 

IN: Bagaimana menurut Anda masa depan ritel dan bisnis shopping center kita dalam 5-10 tahun ke depan?

CR: Menurut saya, masyarakat Indonesia memiliki kebudayaan dan kesenangan untuk ramai-ramai berkumpul serta bersosialisasi. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang positif terhadap masa depan retail dan shopping mall di Indonesia. Jadi, ke depannya setelah pandemi Covid 19 berlalu, mall akan tetap ramai dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pengelola mall dan retailer akan semakin kreatif dan berinovasi agar bisnisnya tetap mendapat tempat di hati customer-nya.

Baca Juga :

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Investasi Deposito, Kenali Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak pilihan instrument investasi, deposito merupakan produk yang paling populer. Investasi deposito sendiri merupakan bentuk simpanan berjangka yang dibuat...

7 Alasan Kenapa Banyak Orang Memilih Berinvestasi Emas

Intenselynews.com – Menurut Warren Buffet, investor yang baik adalah mereka yang melakukan diversifikasi pada aset-asetnya. Di antara sekian banyak pilihan instrumen investasi, emas masih...

Ingin Membeli Rumah? Ketahui Perbedaan AJB, PJB, dan PPJB

Intenselynews.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang. Selain membangunnya sendiri, membeli rumah adalah opsi yang paling mudah untuk dipilih. Ada banyak sekali...

Rekomendasi Film Inspiratif untuk Anda Menjelang Akhir Pekan

Intenselynews.com – Sepanjang tahun 2020 ini, sudah tak terhitung rasanya lelah yang tertumpuk di pundak. Namun, jangan biarkan semua beban itu membuat Anda jadi...

Pengertian Reksadana Secara Luas, Mengenal Jenis dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak jenis instrumen investasi, Anda tentu sudah tidak asing dengan reksadana. Investasi satu ini banyak dipilih karena mudah, dapat...
Translate »