32.3 C
Jakarta

COVID-19 Memberi Dampak Terhadap Sektor Properti

Intenselynews.com – Coronavirus (Covid-19) jelas sudah mengubah cara kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Covid-19 ini telah menjungkirbalikkan banyak sektor bisnis, termasuk pasar properti dunia. Para makelar, pembeli dan penjual berjuang keras menjual produk mereka di tengah suasana yang terasa asing seperti sekarang.

Bayangkan, ketika dulu pencari hunian bisa melakukan tur dari satu komplek perumahan ke perumahan lain, sekarang mereka tidak diperkenankan ke luar rumah. Kalaupun ada pameran, aturan ketat diterapkan. Belum lagi dampak ekonomi yang membuat harga properti jadi bergejolak. Lantas, bagaimana kondisi pasar properti Indonesia saat ini?

Ketidakpastian Pasar Mengganggu Sektor Properti

PT Lippo Karawaci Tbk sebagai salah satu pengembang besar di Indonesia mengaku telah mengambil beberapa kebijakan untuk menghadapi ketidakpastian pasar akibat wabah COVID-19. John Riady selaku CEO menyatakan ada beberapa inisiatif yang sedang mereka siapkan dalam rangka memperkuat posisi perusahaan di tengah wabah yang masih bergejolak ini.

Salah satu langkah yang diterapkan oleh Lippo saat ini adalah dengan mengurangi jam operasional pusat-pusat perbelanjaan yang berada di bawah naungan perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi biaya operasional sekaligus penghematan selama 3 bulan ke depan.

Transaksi Properti Turut Terganggu

Lukas Bong, Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia atau AREBI mengungkapkan bahwa pasca merebaknya COVID-19, memang ada dampak yang cukup signifikan terhadap transaksi jual beli properti. Salah satunya adalah broker yang tidak lagi bisa melakukan aktivitas dengan bertatap muka. Tak hanya itu, banyak pengembang menunda dan mengatur ulang jadwal peluncuran produk mereka. Hal ini karena dalam acara peluncuran tersebut akan ada pertemuan antar para broker properti.

Hal ini secara langsung juga memengaruhi jumlah transaksi properti. Namun menurut Lukas, ketika kondisi sudah membaik nanti, baik para broker, pengembang maupun konsumen dapat melakukan aktivitas kembali seperti biasanya.

Baca juga:

Dengan dampak yang semakin meluas, semua orang di seluruh dunia berharap agar COVID-19 segera dapat diatasi. Meredanya wabah diharapkan dapat mengembalikan lagi sosial ekonomi dunia pada kondisi seperti sebelumnya.

Image by Gerd Altmann from Pixabay

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Ponsel Canggih Terbaru yang Menggunakan Artificial Intelligence

Intenselynews.com – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sejak lama menjadi teknologi yang di sukai generasi muda. Dengan segala kecanggihannya, AI dapat membantu kita...

Gemini Trust Bermitra dengan Samsung untuk Dompet Blockhain

Intenselynews.com – Gemini Trust Co., perusahaan pertukaran aset kripto yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara, bermitra dengan Samsung Electronics untuk mengintegrasikan teknologinya dengan Samsung Blockchain...

Industri Startup E-Commerce Akan Mulai Kembali Pergiat Iklan

Intenselynews.com – Beberapa bulan selama pandemi berlangsung, terjadi pola perubahan belanja yang sangat signifikan di tengah-tengah masyarakat. Selain konsumsi yang berkurang, produk yang dicari...

Dunia Maya dan Hal yang Harus Diwaspadai Ketika Berselancar di Internet

Intenselynews.com – Dunia maya atau internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita. Melalui internet, pemerintah memberikan kebebasan pada kita untuk mengungkapkan...

Waspada, Begini Cara Pelaku Kriminal Beraksi di Facebook!

Intenselynews.com – Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 2,41 miliar di kuarter kedua di tahun 2019, Facebook masih mengantongi predikat sebagai media sosial terbesar dan...
Translate »