Dampak Picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Nyaris tak ada cara untuk membebaskan diri dari wabah Coronavirus. Dampak dari virus corona seluruh negara di dunia merasakan efek yang sama hampir di semua sektor. Dengan gerakan social distancing dan staying at home, apa saja dampaknya terhadap e-commerce baik di dalam maupun di luar negeri?

1. Dampak Coroniavirus terhadap  E-Commerce Indonesia

Semakin minimnya aktivitas di luar rumah membuat e-commerce jadi pilihan banyak orang untuk berbelanja. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, permintaan akan masker, alcohol swab hingga hand sanitizer semakin tinggi. Ironisnya ini dijadikan peluang oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menjual produk-produk langka tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Kenaikan harga masker dan hand sanitizer bisa mencapai 10 kali lipat dari harga aslinya.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Untungnya, raksasa e-commerce besar Indonesia seperti Tokopedia mulai mengambil kebijakan. Para pedagang-pedagang nakal yang memanfaatkan situasi ini langsung ditindak dengan melakukan penutupan akun. Langkah ini diharapkan juga akan diterapkan oleh marketplace lainnya.

Platform belanja online Shopee punya cara lain untuk memberikan dukungan pada masyarakat dalam memerangi Coronavirus. Shopee memberikan berbagai voucher menarik hingga layanan gratis ongkos kirim bagi siapapun yang berbelanja di platform mereka. Tujuannya tentu saja untuk menekan aktivitas di luar ruangan dan mencegah menyebarkan virus lebih luas lagi.

2. Dampak Coronavirus terhadap E-Commerce Dunia

Tidak jauh berbeda dengan tanah air, para pelaku e-commerce di luar negeri juga ikut terkena imbas. Studi Corona yang dilakukan oleh asosiasi pengecer Jerman pada awal Maret memberikan angka-angka representatif pertama tentang situasi tersebut. 55% dari pengecer online sudah memperkirakan atau telah mengalami kerugian dalam bisnis sehari-hari karena Coronavirus.

Kepercayaan konsumen pada barang-barang “Made in China” juga saat ini terganggu, dengan 82% dari semua pengecer online memperkirakan situasinya akan semakin buruk. Meski begitu, ada dampak positif juga yang dirasakan.

Pada 17 Maret, Logistiek.nl menerbitkan prediksi mereka bahwa E-commerce diperkirakan akan tumbuh sebesar 50%, dengan Digital Commerce juga melaporkan peningkatan 52% dalam penjualan online, dan bahkan peningkatan 8,8% dalam pembelanja online sejak Coronavirus dimulai.

Baca juga: 

Banyak orang menghindari toko fisik, dan pemesanan online adalah cara sempurna untuk tetap berbelanja, terutama untuk keperluan atau kenyamanan agar waktu yang bergejolak ini lebih mudah dihadapi. Penjualan terbanyak konon berasal dari pembelian alat-alat kesehatan.

Kabar baik lain datang dari raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba. Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu juga konon memberikan bantuan bagi para pengusaha ritel yang terdampak Coronavirus.

Image by romanakr from Pixabay

-Dita Safitri-

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here