28.4 C
Jakarta

Distributor Buku Jepang Adopsi Blockchain karena Pandemi COVID-19?

Intenselynews.com – Terlepas dari popularitas Bitcoin, teknologi Blockchain yang mendasarinya juga kian dilirik oleh banyak pihak. Di masa pandemi COVID-19 (virus corona) yang masih harus dihadapi, penerbit e-book dan distributor buku Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membangun platform berbasis Blockchain. Platform tersebut bertujuan untuk mendistribusikan e-book, guna memfasilitasi lockdown karena COVID-19 yang masih terus berlanjut di negara itu.

Baca:

Distributor Buku Jepang, Media Do, Adopsi Blockchain

Distributor e-book Jepang saat ini bekerja dengan lebih dari 2.000 penerbit dan 150 toko buku online. Sebelum lockdown dan social distance, perusahaan melaporkan meraih sekitar $ 600 juta dalam penjualan e-book untuk tahun fiskal yang berakhir Februari 2020.

Peningkatan penggunaan e-book tersebut juga dikarenakan toko buku, sekolah, dan perpustakaan sedang tutup di Jepang selama wabah COVID-19.

Menurut sebuah artikel di surat kabar Nikkei, Media Do Holdings berencana untuk berinvestasi sebesar 300 juta yen – sekitar USD $ 2,8 juta (menurut kurs saat ini) – guna membangun sistem Distributed Ledger Technology (DLT), yang didistribusikan untuk e-book perusahaan dalam dua tahun ke depan mulai akhir tahun 2020.

Media Do pertama-tama akan menjalankan tes di “My Anime List,” sebuah situs jaringan manga dan anime yang populer. Kyoji Fujita, Presiden Media Do, mengatakan bahwa:

“Kekuatan dari e-book terletak pada kenyamanan untuk dapat membeli dan menggunakannya 24 jam sehari, 365 hari setahun,” dilansir dari Nikkei.

Dia menambahkan, waktu seperti itu membantu memaksimalkan nilai e-book bagi pelanggan. Di mana langkah ini juga membantu sistem Blockchain berkembang dan bahkan melegitimasi potensi mereka di pasar tradisional, serta merupakan langkah yang pertama kali dilakukan untuk negara tersebut.

Penggunaan teknologi Blockchain telah banyak diadopsi sebelumnya di Jepang. Tahun lalu, bank-bank di negara itu meluncurkan sistem pembayaran lintas batas untuk meningkatkan waktu pemrosesan dan verifikasi penyelesaian perdagangan internasional. Selain itu pada tahun 2020, kementerian keuangan Jepang bertemu dengan para regulator untuk membahas “Yen Digital,” mendalami penciptaan mata uang digital yang aman dan metodis untuk memajukan upaya digital negara itu.

Baca:

Bagaimana menurut Anda dengan langkah negara Jepang untuk mendistribusikan e-book menggunakan Blockchain tersebut? Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar!

Image by Phongsak Manodee from Pixabay

-IN-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Kompetisi Trading Aset Kripto Diluncurkan bitFlyer dan Quazard

Intenselynews.com – Luxembourg – bitFlyer, perusahaan cryptocurrency exchange dikabarkan bermitra dengan Quazard, pengembang game crypto-trading. Kemitraan itu untuk membawa kompetisi trading aset kripto terverifikasi...

Pengusaha Properti Paling Sukses dan Terkaya di Dunia

Intenselynews.com – Bukan rahasia lagi jika properti adalah salah satu industri yang paling menjanjikan di dunia. Pertumbuhannya juga meningkat pesat sepanjang tahun. Tak heran...

Buka Usaha E-Commerce Baru? Beberapa Hal Ini Penting Diketahui!

Intenselynews.com – Sebagai pemula di dunia bisnis e-commerce, berbagai kisah sukses para pengusaha yang lebih dulu terjun ke industri tersebut mungkin membuat Anda berpikir...

Amazon Patenkan Sistem Blockchain untuk Pelacakan Rantai Pasokan

Intenselynews.com – Tertanggal 26 Mei lalu perusahaan e-commerce terkemuka dunia, Amazon, mengajukan paten untuk sistem Blockchain pelacakan barang mereka di rantai pasokan. Amazon patenkan...

Pemerintah Venezuela Tuntut Inggris atas Emas Mereka

Intenselynews.com – Seperti yang kita ketahui, pemerintah Venezuela mengalami krisis ekonomi berkepanjangan selama beberapa tahun ke belakang. Negara tersebut mengalami penurunan nilai mata uang...
Translate »