25.9 C
Jakarta

Emas Melesat, Perusahaan Tambang Lakukan Ekspansi Usaha

Intenselynews.com – Kenaikan beruntun harga emas melesat semasa pandemi membuat saham PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) naik tipis dari Rp50 ke Rp51. Setelah sekian lama mengendap, perusahaan tambang emas itu akhirnya melihat prospek yang lebih menjanjikan untuk bisnis yang mereka jalankan.

Harga Emas Melesat, Perusahaan BRMS Perluas Usaha Emas

Dilansir dari Tempo, emiten yang melantai di BEI dengan kode BUMI tersebut mengumumkan rencana bahwa anak perusahaan milik mereka, PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) akan membuat pabrik pengolahan bijih emas lagi. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan produksi sekaligus mencari cadangan baru bijih emas.

Herwin Hidayat selaku Direktur dan Hubungan Investor perusahaan mengungkapkan bahwa sebuah kilang baru dengan kapasitas 4.000 ton bijih emas per hari sedang dirancang. Perluasan bisnis ini sekaligus akan meningkatkan kapasitas pabrik yang sekarang hanya mampu menghasilkan 500 ton bijih emas setiap hari.

“Langkah ini perlu dilakukan dalam rangka menaikkan jumlah produksi emas dan perak di proyek tambang yang berada di Palu, Sulawesi Tengah,” ungkap Herwin.

Selain itu, perusahaan juga akan membuat fasilitas tambahan agar proses penambangan berjalan semakin maksimal. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain adalah dengan melakukan pengeboran untuk menambah cadangan emas dan perak dalam wilayah kerja anak-anak perusahaan mereka. Herwin berharap agar langkah peningkatan produksi yang dilakukan bisa berdampak baik pada kinerja finansial perusahaan.

Perusahaan Lain Ikut Kecipratan

Tren kenaikan harga emas tidak hanya membawa angin segar bagi para investor dan perusahaan penambangan saja. Beberapa pendatang baru dalam sektor pertambangan emas juga ikut merasakan keuntungannya. Salah satu contohnya adalah PT United Tractors Tbk. Perusahaan tersebut awalnya hanya dikenal sebagai penyedia jasa pendukung pertambangan termasuk penyediaan alat-alat berat. Perusahaan tersebut lantas mengakuisisi Martabe, perusahaan tambang emas di Sumatera Utara yang dijalankan oleh PT Agincourt Resource.

Baca juga:

Bergabungnya Martabe membuat perusahaan mengalami kenaikan dalam pendapatan bersih. Pada semester 1 tahun 2020 ini, perusahaan tercatat meraih Rp4,04 triliun penghasilan bersih. Nilai ini naiik dibanding periode sebelumnya yang hanya mencapai R3,63 triliun.

Gambar oleh Pete Linforth dari Pixabay

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Investasi Deposito, Kenali Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak pilihan instrument investasi, deposito merupakan produk yang paling populer. Investasi deposito sendiri merupakan bentuk simpanan berjangka yang dibuat...

7 Alasan Kenapa Banyak Orang Memilih Berinvestasi Emas

Intenselynews.com – Menurut Warren Buffet, investor yang baik adalah mereka yang melakukan diversifikasi pada aset-asetnya. Di antara sekian banyak pilihan instrumen investasi, emas masih...

Ingin Membeli Rumah? Ketahui Perbedaan AJB, PJB, dan PPJB

Intenselynews.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang. Selain membangunnya sendiri, membeli rumah adalah opsi yang paling mudah untuk dipilih. Ada banyak sekali...

Rekomendasi Film Inspiratif untuk Anda Menjelang Akhir Pekan

Intenselynews.com – Sepanjang tahun 2020 ini, sudah tak terhitung rasanya lelah yang tertumpuk di pundak. Namun, jangan biarkan semua beban itu membuat Anda jadi...

Pengertian Reksadana Secara Luas, Mengenal Jenis dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak jenis instrumen investasi, Anda tentu sudah tidak asing dengan reksadana. Investasi satu ini banyak dipilih karena mudah, dapat...
Translate »