More
    Beranda Investasi Bisnis Fintech Amartha Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari PwC!

    Fintech Amartha Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari PwC!

    Intenselynews.com – Jakarta, 17 Oktober 2019 – Fintech Amartha, perusahaan fintech peer-to-peer (p2p) lending tepercaya berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau unqualified opinion dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers (PwC) untuk Laporan Keuangan Amartha tahun 2018.

    “Amartha terus mengedepankan tata kelola perusahaan yang akuntabel, bersih dan transparan. Dengan hasil ini (unqualified opinion) diharapkan meningkatkan kepercayaan publik, para mitra, pendana dan pemegang saham. sehingga menumbuhkan kepercayaan pula kepada market dan industri p2p lending secara keseluruhan,” kata CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

    Amartha memiliki komitmen serius untuk memenuhi standar akuntansi keuangan (SAK) dan regulasi serta proses audit yang sangat komprehensif oleh PwC. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan dana pelanggan dan mengantisipasi penyalahgunaan dana. Dengan demikian, Amartha dapat menjadi alternatif investasi sektor ekonomi informal yang aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.

    Selain melakukan audit, Amartha bersama PwC juga sudah melakukan audiensi terkait regulasi dengan OJK.

    Apakah Opini Wajar Tanpa Pengecualian?

    Opini Wajar Tanpa Pengecualian adalah penilaian auditor independen bahwa laporan keuangan perusahaan disajikan secara wajar dan tepat, tanpa pengecualian dan sesuai dengan SAK. Proses audit Amartha yang berjalan sejak 2018 ini dilakukan oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan yang merupakan anggota dari jaringan global PwC.

    Hingga Oktober 2019, Amartha telah menyalurkan pendanaan senilai Rp1,44 Triliun. Pendanaan itu disalurkan kepada lebih dari 300.000 perempuan pengusaha mikro di 4.100 desa seluruh Indonesia. Selain membantu memberdayakan perempuan desa, pendana akan mendapatkan keuntungan menarik hingga 15% per tahun.

    Tingkat Keberhasilan (TKB) mitra usaha (sebutan bagi pelaku usaha mikro perempuan) Amartha dalam membayar kembali pinjaman mencapai 99,19%. Sehingga tingkat Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah Amartha selama ini terjaga di bawah 1%, jauh di bawah rata-rata industri fintech yang disebut OJK sebesar 3,18%. Pengelolaan dana tersebut dipertanggungjawabkan Amartha secara transparan setiap tahun dengan menggandeng PwC sebagai lembaga audit independen.

    “Amartha sebagai perusahaan fintech tepercaya berizin usaha OJK, mengemban tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ada perusahaan fintech p2p lending baik yang secara transparan mempublikasikan perkembangan perusahaannya. Mulai dari jumlah dana yang disalurkan, jumlah penerima pendanaan, hingga kinerja pengembalian pendanaan,” terang CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

    Fintech Amarta Mengedepankan Transparansi

    Selain transparansi dan performa pendanaan yang baik, Amartha fintek juga membawa dampak sosial nyata bagi masyarakat di pedesaan. Riset Social Accountability Report 2018 menunjukkan bahwa Amartha berhasil mengurangi jumlah mitra Amartha yang ada di bawah garis kemiskinan sebanyak 22%. Pendapatan perempuan desa mitra Amartha juga naik dari Rp4,2 juta menjadi Rp6,7 juta per bulan atau naik 59%.

    Tentang Fintech Amartha

    PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha didirikan pada 2010 sebagai Lembaga Keuangan Mikro. Pada 2016 Amartha bertransformasi menjadi perusahaan teknologi finansial tepercaya yang kini memiliki izin usaha dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan.

    Amartha memiliki visi untuk mewujudkan kesejahteraan merata bagi kita, Indonesia. Dimulai dengan layanan peer-to-peer lending, Amartha menghubungkan pendana di kota dengan para perempuan pelaku usaha mikro di desa melalui teknologi.

    Amartha memberikan akses, layanan dan edukasi keuangan kepada para perempuan tangguh pengusaha mikro yang merupakan penggerak ekonomi bangsa. Lebih dari Rp 1,44 triliun modal usaha dari pendana telah Amartha telah disalurkan kepada lebih dari 300 ribu mitra usaha

     

    -Press  Release-

    3 KOMENTAR

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Bagaimana Menginvestasikan Uang Anda dengan Bijak?

    Intenselynews.com – Sebagai pemula, berinvestasi pada mulanya mungkin tampak menakutkan. Terutama ketika Anda membayangkan risiko kerugian. Namun, jika Anda memulainya dengan melalukan penelitian terlebih...

    Cara Memilih Bisnis Franchise yang Tepat untuk Anda!

    Intenselynews.com – Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, memilih jenis usaha yang akan dijalankan kadang menjadi sesuatu yang membingungkan. Belum lagi harus memikirkan produk,...

    Kenaikan Bitcoin, Investor Ethereum dan Ripple Ikut ‘Kecipratan’ Rezeki

    Intenselynews.com – Hampir semua investor aset kripto pasti tahu bahwa kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya popularitas aset kripto nomor satu dunia ini pasti akan...

    Wabah Virus Corona dan Pengaruhnya di Ruang Kripto Terkini

    Intenselynews.com – Wabah virus Corona (Covid-19) masih menjadi perhatian utama dunia saat ini. Mulai mewabah sekitar 17 November 2019 lalu di Wuhan, tidak sampai...

    Momentum Terbaik untuk Membeli Emas, Kapan Saja?

    Intenselynews.com – Sebagai salah satu jenis investasi tertua yang pernah ada, harga emas terus mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi...
    Translate »