FinTek Phoenix Picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – (BUSINESS WIRE) – Kabar baru datang dari startup Fintek Phoenix Lending. Perusahaan itu mengumumkan pengenalan produk barunya yang dinamakan Stable Income Product dengan kartu debit gratis. Langkah ini dilakukan seiring dengan pertumbuhan atas produk penjualan di bulan Februari lalu.

Diluncurkan pada awal Februari, Phoenix Lending telah berhasil meraih lebih dari US$ 4,5 juta dalam satu bulan. Rate bunga tahunan Stable Income Products yang semula 24% telah menurun menjadi 14% untuk Bitcoin (BTC) dan 18% untuk USDT.  Menurut rilis, produk-produk baru telah tersedia untuk berlangganan sejak 2 Maret, di mana tanggal pembayaran bunga mulai dari bulan Mei adalah satu bulan sekali. Pengguna yang memenuhi syarat bisa mendapatkan kartu debit gratis.

Adapun persyaratan tersebut adalah:

  • Berlangganan BTC 14% Stable Income Product setara dengan US$ 1.500 atau lebih (deposit lebih dari satu bulan).
  • Berlangganan USDT 18% Stable Income Product setara dengan US$ 1.000 atau lebih (deposit lebih dari satu bulan).

Dengan memiliki kartu debit ini, pengguna dapat menyimpan digital aset dan melakukan pembelian di banyak toko di seluruh dunia. Informasi lebih lanjut selengkapnya diumumkan di situs web perusahaan.

Rencana Langkah Selanjutnya Startup FinTek Phoenix Lending

Ke depannya, Phoenix berencana untuk meluncurkan layanan penitipan pada platformnya. Peluncuran itu bertujuan untuk membuat investasi aset kripto menjadi lebih mudah diakses dan aman.

“Kami sekarang mendekati penjaga terbesar untuk kemitraan sehingga kami dapat memberikan pengalaman investasi terbaik bagi pengguna kami,” kata Winston Hsieh, CIO Phoenix Lending.

Phoenix juga didukung oleh BaaSid, sebuah perusahaan keamanan informasi berbasis teknologi Blockchain. BaaSid baru-baru ini juga mengumumkan kemitraan dengan HITACHI Sunway dan NEC dengan menyediakan aplikasi yang terdiri dari pemisahan data kelas tinggi dan teknologi Blockchain. Phoenix nantinya akan mengimplementasikan aplikasi tersebut sebagai layanan otentikasi sekunder di platform.

Baca: 

Image by Gerd Altmann from Pixabay

-Liputan Media-

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here