Hardiknas di tanah air picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Tanggal 2 Mei lalu adalah hari yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama insan pendidikan di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hardiknas di tanah air aselalu menjadi momen di mana kita melihat lagi bagaimana sistem pendidikan yang kita jalankan selama ini.

Perkembangan Hardiknas di Tanah Air

Pendidikan dari zaman Ki Hadjar Dewantara hingga sekarang tentu telah mengalami banyak sekali perubahan. Mulai dari perubahan kurikulum hingga metode mengajar yang terus berkembang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sambutannya yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pendidikan saat ini sudah seharusnya memanfaatkan teknologi yang ada.

Perkembangan teknologi yang semakin cepat dan canggih telah memengaruhi cara berpikir, berperilaku serta karakter dari peserta didik. Karena itu, harus dibentuk karakter dan jati diri yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berbagu negatif.

“Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi, mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ungkap Muhadjir dalam pidatonya yang disampaikan oleh Anies Baswedan.

Tugas Guru Semakin Berat

Selain pembentukan jati diri bagi anak didik, tugas guru menjadi lebih kompleks. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar mengajar. Cara mendidik tidak lagi bisa menggunakan metode lama melainkan harus ada integrasi dengan teknologi informasi dan komunikasi dalam prosesnya.

Beragam penyesuaian seperti pengembangan media-media pembelajaran elektronik. Media itu termasuk  komputer, dan memanfaatkan situs-situs dan media sosial untuk aktivitas belajar mengajar. Di samping itu, mengembangkan stragegi pembelajaran online dan tatap muka (blended learning) adalah beberapa langkah yang bisa ditempuh.

Selain guru, orang tua di rumah juga tak kalah pentingnya. Tidak hanya untuk mengawasi aktivitas anak selama di rumah, tapi juga berkoordinasi dengan guru di sekolah. Peran baik antara sekolah, rumah dan masyarakat, membantu membentuk generasi masa depan yang mampu membangun negeri ini lebih baik lagi.

picture: pixabay.com

-Dita Safitri-

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here