24.7 C
Jakarta

Hendry Lieviant, Digitalisasi Pinjaman dengan Komunal

Intenselynews.com – Industri teknologi keuangan yang terus bertumbuh memang telah berhasil melahirkan banyak inovasi-inovasi baru. Salah satunya adalah lewat pinjaman. Komunal, salah satu perusahaan peer-to-peer lending di Indonesia berusaha membuka jalan dengan menyediakan layanan pinjaman berbasis teknologi untuk para pengusaha UMKM dengan para investor. Intenselynews.com mendapatkan kesempatan untuk berkorespondensi dengan sang CEO sekaligus Co-Founder komunal, berikut petikan perbincangan seru Intenselynews.com dengan Hendry Lieviant, CFA.

Intenselynews (IN): Boleh diceritakan secara ringkas apa yang menjadi latar belakang Anda dalam mendirikan Komunal?

Hendry Lieviant (HL): Setelah belajar dan bekerja dalam Industri Keuangan di Singapura, saya melihat problem inklusi keuangan dan credit gap di Indonesia menyebabkan pertumbuhan ekonomi kurang optimal dan kesenjangan sosial makin lebar. Tapi, dengan problem juga datang opportunity untuk menyelesaikan problem tersebut. Indonesia diberkati dengan sumber daya alam yang melimpah dan bonus demografis yang besar sehingga potensinya sangat besar jika kita bisa bersama-sama bergandeng-tangan dan menyingsingkan lengan baju untuk mengelolanya dengan benar.

Intenselynews (IN): Anda memiliki pengalaman kerja yang sangat mengagumkan, mulai dari Barclays Investment Bank dan Goldman Sachs di Singapura. Apa alasan terbesar yang membuat Anda lantas beralih dan mendirikan perusahaan sendiri?

Hendry Lieviant (HL): Sebenarnya kehidupan di Singapura terbilang nyaman – terlalu nyaman mungkin. Tapi saya dan co-founder yang lain memiliki keyakinan bahwa kalau kita bisa menggunakan talenta dan pengalaman yang kita dapatkan dan bisa menjadi manfaat bagi orang banyak, hidup kita yang hanya sekali ini akan jauh lebih bermakna. Dan so far, kita benar-benar merasakan kepuasan pada waktu kita melihat UKM-UKM terbantu dengan adanya Komunal.

Intenselynews (IN): Ada banyak layanan P2P lending di Indonesia. Menurut Anda, apa yang membuat Komunal berbeda?

Hendry Lieviant (HL): Komunal mengkombinasikan best practice credit methodology dari bank-bank internasional, credit scoring & technology, serta partnership dengan komunitas-komunitas serta existing player seperti BPR dan Koperasi. Sebenarnya praktik P2P sudah menjadi tradisi dalam masyarakat sosial seperti Indonesia, apa yang Komunal lakukan hanya men-digitalisasi supaya praktik P2P lebih efisien dan jauh dari moral hazard sehingga menjadi lebih adil, demokratis, dan saling menguntungkan.

Sampai saat ini ada 144 platform yang terdaftar di OJK. Terlihat banyak tapi sebenarnya menurut saya masih kurang untuk mengatasi kebutuhan kredit UMKM yang begitu besar. Sampai dengan Nov 2019, menurut data OJK, total penyaluran dari semua 144 platform P2P “hanya” memenuhi kurang dari 10% kebutuhan kredit UMKM. So it’s not about competition but collaboration.

Intenselynews (IN): Dibanding sektor fintech lain seperti digital payment, P2P lending masih kurang dilirik. Apa yang menurut Anda jadi penyebab utamanya?

Hendry Lieviant (HL): Secara statistik, sebenarnya Fintech lending adalah sektor terbesar kedua setelah Fintech Digital Payment. Ini cukup normal karena secara volume payment biasanya menempati porsi yang paling besar, dan masyarakat lebih terbiasa menggunakan mobile banking atau debit & credit card untuk melakukan pembayaran. Namun, meminjam uang secara online adalah hal yang baru, sehingga technological leap yang terjadi lebih besar. Butuh waktu untuk meng-edukasi masyarakat sehingga dapat menggunakan fintech lending bukan saja dengan efisien tetapi juga bertanggung jawab.

Intenselynews (IN): Apa harapan Anda untuk P2P lending tanah air di masa depan?

Baca juga:

Hendry Lieviant (HL): Kami berharap P2P menjadi industri yang sehat dan dapat turut serta meningkatkan inklusi keuangan di tanah air dan memberikan akses permodalan pada UKM dan Individual yang berhak menerima untuk memajukan usaha dan taraf hidup mereka. Hal ini dapat memperkuat UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia dan mengurangi masalah sosial akibat kesenjangan di kemudian hari.

-Dita Safitri-

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Trustonic, Meningkatkan Pengalaman Keamanan Mobile Banking

Intenselynews.com - Cambridge, England - (Business Wire) - Trustonic, pemimpin cybersecurity mobile, mengumumkan keberhasilan implementasinya atas Trustonic Application Protection (TAP ™) yang digunakan oleh...

Geliat E-Commerce Dunia Selama Pandemi Covid-19

Intenselynews.com – Pandemi COVID-19 memiliki dampak signifikan pada setiap aspek kehidupan, termasuk bagaimana orang berbelanja untuk kebutuhan-kebutuhan penting mereka dan kebutuhan lain yang dianggap...

Arrow&Square Offers COVID 19 Advice for iGaming B2B Comms  

Intenselynews.com - Arrow&Square, a B2B comms and content consultancy with a footprint in Malta and London, is offering free advice for iGaming companies whose...

Sektor-sektor yang Paling Besar Terdampak Wabah Covid-19

Intenselynews.com – Wabah Covid-19 yang masih belum juga mereda hingga detik ini tidak hanya mengganggu kesehatan umat manusia saja. Ekonomi pun ikut bergejolak karenanya....

SiGMA Group / AIBC Manila Announced Postponed Until May 2021

Intenselynews.com - SiGMA Group has announced that, due to the COVID-19 global crisis, both the SiGMA Manila and AIBC Manila expos, planned for June...
Translate »