More
    Beranda Buku Keren Istiqamah Menuntut Ilmu, Modal Perjuangan Sukses Malik Ibnu Sabil

    Istiqamah Menuntut Ilmu, Modal Perjuangan Sukses Malik Ibnu Sabil

    Intenselynews.com – Review Buku “Dendam” Si Yatim Piatu. Sebuah perjalanan kalbu: Malik Ibnu Sabil dalam istiqamah menuntut ilmu dan membuka yayasan untuk orang-orang kurang beruntung. Ditulis oleh Nova Bahri.

    • Judul : Dendam si Yatim Piatu
    • Penulis: Sintha Rosse
    • Penerbit: Pustaka Mandiri
    • Cetakan : I, 2018
    • Tebal : 266 halaman
    • ISBN : 978-602-359-073-5

    Hai Ladies, dalam 3 hari aku sudah mereview sebuah buku yang menurutku sangat inspiratif untuk semua orang yang sedang berjuang mencari ilmu.

    Buku yang memiliki ketebalan 266 halaman ini akan aku bagi dalam 3 part. Periode kecil, remaja dan dewasa.

    1. Masa kecil Malik Ibnu Sabil.

    Malik kecil lahir dan besar dari pasangan suami istri yang saling mencintai. Sehingga ruang batin Malik selalu terisi dengan kebahagiaan. Ayahnya seorang tokoh masyarakat yang memimpin pesantren di pedalaman Sukabumi, Jawa Barat. Kehidupan finansial Malik dan keluarganya terbilang berkecukupan.

    Oya, Malik merupakan anak tunggal dari kedua orangtuanya. Jika membayangkan masa kecilnya, betapa menyenangkan. Ia terlahir di lingkungan pesantren yang sarat dengan nuansa agamis.

    Ibunya melahirkan Malik pada masa perang kemerdekaan RI. Penulis tidak mencantumkan tahun lahir beliau. Hal itu karena tak ada pembuatan dokumen kelahiran Malik. Situasi pada masa itu mencekam. Apalagi, ayahnya Malik, Kiai Mahfud, pun termasuk dalam target penjajah. Musibah penculikan ayah Malik, tidak pernah ia ketahui sampai ketika usianya sudah remaja. Semuanya terbongkar ketika salah seorang Uwaknya menceritakan apa yang membuat Malik hidup nomaden. Berpindah dari satu keluarga ke keluarga lainnya. Ibunya berjuang untuk menyelamatkan masa depannya. Yaaa, sekolah Malik jauh lebih penting dari apapun bagi sang ibu.

    Perangai Malik, walau masih kecil sudah menyita perhatian orang. Tidak pernah mengeluh, dan nrimo apapun keadaan yang menimpanya. Tapi, “dendam” yang ia punya sudah tertanam dalam batin Malik sejak kecil. Bahwa ia akan membanggakan ayahnya dengan rajin belajar, walaupun ia sendiri tidak pernah melihat kehadiran ayahnya lagi sejak usia 5 tahun.

    Hmm, awalnya aja udah bikin penasaran dan menginspirasi ya. Baca terus sampai selesai yaa. Bukunya udah Open Order lohh kalo kamu mau tanda tangan penulisnya Mba Sintha Rosse atau tag aja akun IGnya: rosseink😘

    Lanjuuut yaa, ini aku akan review part kedua yang juga sangat aku rekomendasikan untuk para dedek-dedek gemess. Yaa, kita masuk pada part ketika tokoh buku ini,

    2. Malik Ibnu Sabil, memasuki fase remaja dan Istiqamah Menuntut Ilmu

    Ahemmm, pada mau tahu yekaaan bagaimana seorang Malik Ibnu Sabil jatuh cinta?

    Sebagai seorang anak yang terlahir dari keluarga agamis, orangtua Malik menerapkan pola asuh antara sekolah, masjid dan rumah. Hal itu telah membentuk kepribadian yang kuat pada diri Malik. Pada bab 7 : Lika-liku Remaja Tanggung (hal. 114-128) dan bab 8 : Siapakah Berlian paling Berkilau itu? (hal. 129-138) mengisahkan secara detail sikap seorang anak remaja laki-laki yang tengah jatuh cinta.

    Zaman itu, tabu bagi masyarakat kita mengumbar rasa kasih sayang secara vulgar. Seperti yang sekarang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Di mana pasangan muda-mudi terkadang kurang memperhatikan tata krama menunjukkan perasaannya di hadapan khalayak ramai, dan orang tua.

    Tetiba saya teringat pada teori dalam ilmu sosiologi, bahwa seorang tokoh itu memang seakan sudah dipersiapkan oleh semesta. Jadi, sedari kecil, remaja dan dewasa sudah terjaga adabnya, tingkah lakunya, supaya tidak menjadi bumerang pada masa datang.

    “Malik melihat sesuatu yang indah tatkala baru saja menutup pintu rumah Wak Jumadi. Sesuatu yang sering disebut perhiasan dunia.”

    Hmm, sudah tau kan apa yang dimaksud Malik?

    Yaaa, dia hanya memendam rasa itu dalam hati. Namun, sebagai orangtua yang merawat Malik, Wak Jumadi paham perasaan itu terhadap Nur’aini. Seorang gadis yang bahkan Malik sendiri belum tau siapa namanya. Ia pun memutuskan menjodohkan Malik dan “berlian hatinya.”

    Nah, seperti apa kisah-kasih mereka?
    Sorry, aku ga mau spoiler hehehe …

    Nah, sekarang kita masuk part ketiga dari yang aku janjikan.

    3. Fase Kehidupan Dewasa seorang Profesor Linguistik Malik Ibnu Sabil

    Akhirnya, “dendam” seorang anak laki-laki yatim piatu dari Kiarakoneng, Jawa Barat, terbalaskan secara tuntas tatkala pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Ilmu Linguistik di Universitas Bangsa. “Hidup memang penuh misteri. Kita cuma bisa jalani dengan ikhlas dan percaya semua sudah ada yang mengaturnya,” (hal. 256).

    Malik menggunakan ‘misteri’ tersebut sebagai penyemangat hidup untuk terus berjuang di jalur pendidikan. Tak berlebihan rasanya jika saya pribadi mengatakan buku ini merupakan salah satu kisah inspiratif yang mesti dimiliki oleh kalian para pejuang ilmu, dan pecinta literasi di belahan bumi manapun.

    Pada akhir bab buku yang terbagi dalam 17 bab, Penulis menceritakan kisah sukses Profesor Malik. Dan menjadikan kisah sukses menjadi klimaksnya. Bahwa menciptakan sukses tidak bisa dalam sulap satu malam.

    Namun, tempaan berupa ujian dan terkadang menguras air mata akan terasa manis ketika semuanya berlalu.

    4. Sikapi Masalah dengan Bijak

    Diuraikan pula bagaimana Malik menghadapi bumbu pahit kehidupan seperti difitnah. Penjiplakan sempat terjadi pada beberapa karya beliau. Lantas bagaimana ia menyikapi hal semacam ini?

    Kalian para pejuang ilmu, terutama mahasiswa yang sedang bergelut dengan tugas-tugas kampus, akan merasakan bahwa ‘ujian’ yang kalian punya belum seberapa dibandingkan ujian hidup yang sebenarnya.

    Sebuah pepatah mengatakan bahwa, perbuatan baik akan kembali kepada pemiliknya. Demikian juga sebaliknya. Malik terus membawa pesan Sang Ayah, Kiai Mahfud, “Hidup tak dapat diraih tanpa perjuangan. Jika hendak menjadi orang hendaklah istiqamah. Melangkah dengan keteguhan prinsip, dan kemampuan sendiri.” (Hal. 242)

    Yihaaaa, sudah selesai aku mereview buku inspiratif ini. Akan banyak halaman buku yang bakal kalian tandai untuk meresapi kalimat-kalimat pembangun yang memotivasi diri dalam istiqamah menuntut ilmu hingga sukses!

    Saranku , yuks, ikuti langkah Profesor Malik Ibnu Sabil menuntut ilmu setinggi-tingginya supaya kalian lebih menikmati arti perjuangan yang sesungguhnya.

    Baca juga:

    -Nova Bahri-

    1 KOMENTAR

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Bagaimana Menginvestasikan Uang Anda dengan Bijak?

    Intenselynews.com – Sebagai pemula, berinvestasi pada mulanya mungkin tampak menakutkan. Terutama ketika Anda membayangkan risiko kerugian. Namun, jika Anda memulainya dengan melalukan penelitian terlebih...

    Cara Memilih Bisnis Franchise yang Tepat untuk Anda!

    Intenselynews.com – Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, memilih jenis usaha yang akan dijalankan kadang menjadi sesuatu yang membingungkan. Belum lagi harus memikirkan produk,...

    Kenaikan Bitcoin, Investor Ethereum dan Ripple Ikut ‘Kecipratan’ Rezeki

    Intenselynews.com – Hampir semua investor aset kripto pasti tahu bahwa kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya popularitas aset kripto nomor satu dunia ini pasti akan...

    Wabah Virus Corona dan Pengaruhnya di Ruang Kripto Terkini

    Intenselynews.com – Wabah virus Corona (Covid-19) masih menjadi perhatian utama dunia saat ini. Mulai mewabah sekitar 17 November 2019 lalu di Wuhan, tidak sampai...

    Momentum Terbaik untuk Membeli Emas, Kapan Saja?

    Intenselynews.com – Sebagai salah satu jenis investasi tertua yang pernah ada, harga emas terus mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi...
    Translate »