Jenis-Jenis Investasi Reksa Dana picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Seiring pertumbuhan teknologi, berinvestasi reksa dana kini lebih mudah dilakukan melalui aplikasi, seperti di Tokopedia, Bukalapak, dll. Kemudahan itu diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk mulai menyisihkan pendapatan mereka buat masa depan dengan cara berinvestasi. Terkait hal itu, berikut ini jenis-jenis investasi reksa dana yang perlu Anda ketahui sebelum mulai berinvestasi!

Jenis-Jenis Investasi Reksa Dana

1. Pasar Uang

Reksa dana pasar uang merupakan investasi sekuritas pendapatan tetap jangka pendek. Dilansir dari citibank.co.id, investasi reksadana pasar uang adalah reksa dana yang 100 persen berinvestasi di instrumen pasar uang, seperti obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun, deposito berjangka, dan surat berharga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Reksa dana pasar uang dikatakan sebagai investasi yang aman, tetapi potensi pengembaliannya lebih rendah daripada jenis reksadana lainnya.

2. Pendapatan Tetap

Dikutip dari bareksa.com, reksa dana pendapatan tetap adalah jenis investasi reksa dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Reksa dana pendapatan tetap merupakan pembelian investasi yang membayar tingkat pengembalian tetap, seperti obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan obligasi perusahaan (korporasi). Tujuan investasi ini adalah agar memiliki pendapatan uang yang teratur, dimana sebagian besar melalui bunga yang dihasilkan investasi tersebut. Risiko investasi reksa dana pendapatan tetap relatif lebih besar daripada reksa dana pasar uang. Investasi ini cocok untuk jangka waktu 1-3 tahun.

3. Ekuitas

Reksa dana ekuitas merupakan investasi reksa dana dalam bentuk saham. Investasi ini bertujuan untuk mendapatkan hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang melalui penempatan dana pada saham- saham yang berkualitas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Reksa dana ekuitas melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas. Dengan tingkat pengembalian yang terbilang tinggi, risikonya juga lebih tinggi dari reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.

4. Reksa Dana Khusus 

Bersumber dari citeseerx.ist.psu.edu, reksa dana khusus adalah jenis reksa dana yang berfokus pada investasi ekuitas dalam industri atau sektor ekonomi tertentu. Reksa dana ini fokus pada industri khusus tertentu, seperti real estate, komoditas atau investasi yang bertanggung jawab secara sosial. Jenis investasi ini merupakan investasi jangka panjang.  Investasi reksa dana khusus dapat memiliki tingkat return yang tinggi, namun juga risiko yang tinggi. Jika Anda belum ahli dalam berinvestasi namun ingin memilih jenis reksa dana ini, sebaiknya  Anda memiliki manajer yang ahli.

5. Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran merupakan jenis investasi dalam bentuk campuran ekuitas dan efek pendapatan tetap. Reksa dana ini memilliki kombinasi investasi dari berbagai instrumen pasar uang, obligasi dan saham. Bersumber dari getsmarteraboutmoney.ca, Reksa dana campuran berupaya menyeimbangkan tujuan mencapai pengembalian investasi yang lebih tinggi terhadap risiko kehilangan uang. Risiko reksa dana ini lebih tinggi daripada pendapatan tetap, tetapi lebih rendah daripada reksa dana ekuitas.

Baca juga:

Itulah kelima jenis investasi reksa dana yang perlu Anda pahami sebelum berinvestasi. Disarankan untuk mengetahui dengan jelas tujuan investasi reksa dana yang Anda pilih. Selain itu, pastikan Anda mengerti tingkat risikonya. Jika Anda seorang pemula, mungkin berkonsultasi dengan penasihat keuangan dapat membantu Anda memutuskan jenis reksa dana mana yang paling tepat buat Anda. Selamat berinvestasi!

Baca : Milenial Jadi Kelompok Investor Terbesar Ekuitas Indonesia

Image by mohamed Hassan from Pixabay

-Sintha Rosse-

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here