33.1 C
Jakarta

Kejahatan Siber Meningkat Selama Pandemi Corona di Uni Eropa

Intenselynews.com – Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memperingatkan pada bulan Maret lalu bahwa kejahatan siber meningkat di Uni Eropa karena wabah COVID-19. Kejahatan dunia maya mengambil keuntungan dari meningkatnya jumlah waktu yang dihabiskan orang secara online. Itu karena langkah-langkah baru yang diambil oleh negara-negara anggota untuk menghentikan penyebaran virus – sementara mereka juga mendapat manfaat dari krisis kesehatan itu sendiri.

“Mereka mengikuti kami secara online dan mengeksploitasi kekhawatiran kami tentang virus corona. Ketakutan kami menjadi peluang bisnis mereka,” kata Von der Leyen dalam sebuah pesan video. Salah satu kejahatan yang marak adalah adanya penjual yang mengaku memiliki obat COVID-19 padahal obat tersebut tidak ada alias palsu.

Sementara itu, komisaris pasar internal Thierry Breton sedang berkonsultasi dengan operator telekomunikasi bagaimana melindungi jaringan UE dari serangan siber.

Namun, menurut laporan baru, upaya peretasan terhadap sistem komputer WHO sendiri dan mitranya telah meningkat selama wabah COVID-19.

Meskipun tujuan dari serangan ini tidak jelas, orang mungkin menganggap banyak motif untuk menyerang organisasi kesehatan terkemuka selama pandemi ini.

Misalnya, penjahat dunia maya dapat mencari informasi tentang penyembuhan, tes atau vaksin yang berkaitan dengan COVID-19. Informasi itu untuk dijual di pasar gelap, mengenkripsi data sensitif dan menahannya untuk tebusan, atau hanya mengganggu operabilitas lembaga.

Dampak Kejahatan Siber Meningkat dan Situasi yang Berisiko untuk Pasien

Rumah sakit dan pusat kesehatan di seluruh Eropa juga menjadi sasaran penyerang dunia maya saat mereka berperang melawan virus Corona.

Namun, sebagian besar serangan ini adalah ransomware. Pelaku kriminal dunia maya di balik ini akan mengenkripsi sejumlah besar data rumah sakit untuk kemudian menuntut tebusan besar jika pihak rumah sakit ingin memulihkannya.

Menurut Costin Raiu, kepala penelitian dan analisis global di Kaspersky, serangan destruktif atau ransomware terhadap rumah sakit atau organisasi kesehatan lainnya bisa sangat berbahaya karena menempatkan pasien dalam risiko.

“Dalam kasus ekstrem, ini dapat mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, baik karena sumber daya yang diperlukan untuk merawat mereka tidak lagi tersedia atau proses pengobatan di rumah sakit sangat melambat,” kata Raiu, menambahkan bahwa penting bagi rumah sakit untuk dilindungi dan untuk melindungi data pasien mereka.

Baca juga:

Untuk mengatasi masalah ini, rumah sakit dan berbagai lembaga terbaik harus bisa saling bersinergi. Dengan begitu kejahatan dunia maya ini tidak semakin memperparah kondisi pandemi yang sudah parah ini.

Image by Gerd Altmann from Pixabay

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Ponsel Canggih Terbaru yang Menggunakan Artificial Intelligence

Intenselynews.com – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sejak lama menjadi teknologi yang di sukai generasi muda. Dengan segala kecanggihannya, AI dapat membantu kita...

Gemini Trust Bermitra dengan Samsung untuk Dompet Blockhain

Intenselynews.com – Gemini Trust Co., perusahaan pertukaran aset kripto yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara, bermitra dengan Samsung Electronics untuk mengintegrasikan teknologinya dengan Samsung Blockchain...

Industri Startup E-Commerce Akan Mulai Kembali Pergiat Iklan

Intenselynews.com – Beberapa bulan selama pandemi berlangsung, terjadi pola perubahan belanja yang sangat signifikan di tengah-tengah masyarakat. Selain konsumsi yang berkurang, produk yang dicari...

Dunia Maya dan Hal yang Harus Diwaspadai Ketika Berselancar di Internet

Intenselynews.com – Dunia maya atau internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita. Melalui internet, pemerintah memberikan kebebasan pada kita untuk mengungkapkan...

Waspada, Begini Cara Pelaku Kriminal Beraksi di Facebook!

Intenselynews.com – Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 2,41 miliar di kuarter kedua di tahun 2019, Facebook masih mengantongi predikat sebagai media sosial terbesar dan...
Translate »