26.6 C
Jakarta

Mandiri Sekuritas: Bursa Saham akan Normal Akhir Tahun Ini

Intenselynews.com – Hingga hari ini, kondisi pasar saham Indonesia masih bergejolak. Meski beberapa kali turun, namun beberapa kali pula ISHG berhasil merangkak naik. Di tengah kondisi yang sedang tak stabil ini, Mandiri Sekuritas memberikan angin segar lewat prediksinya.

Mandiri Sekuritas Prediksi Saham Akan Normal 

Dilansir dari The Jakarta Post, pasar saham Indonesia mungkin akan segera pulih dari kerugian karena pandemi pada akhir tahun ini. Hal tersebut diklaim oleh Mandiri Sekuritas, salah satu perusahaan sekuritas yang juga BUMN itu. Ini mungkin terjadi karena ada harapan akan vaksin dan sentiment pemulihan ekonomi yang mulai menguat.

Tolok ukur Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 5.450 poin hingga akhir tahun, menurut anak usaha milik negara Bank Mandiri itu. Meskipun lebih tinggi dari level saat ini sekitar 4.900, level yang diproyeksikan masih lebih rendah dari penutupan tahun lalu di 6.299.

IHSG, pengukur utama Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun ini telah kehilangan hampir 22 persen akibat pandemi yang menyebabkan gejolak besar di pasar saham domestik dan global. IHSG turun 0,64 persen menjadi 4.913 pada 10:07 pagi waktu Jakarta pada Senin setelah melonjak 0,8 persen pada hari sebelumnya.

Vaksin akan Jadi Kunci Penentu

“Jika vaksin bisa tersedia lebih cepat maka tentu ini akan menjadi sentimen positif ke depan dan ekspektasi pasar akan pulih lebih lanjut tahun depan,” kata Wakil Kepala Riset Ekuitas Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja kepada wartawan dalam jumpa pers, Kamis.

Produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua Indonesia menyusut 5,32 persen tahun-ke-tahun (yoy), membawa negara ini ke ambang resesi pertamanya sejak 1998. Perekonomian kuartal ketiga diperkirakan juga akan menyusut, meskipun dengan tingkat yang lebih kecil.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah merevisi prospek produk domestik bruto (PDB) menjadi kontraksi tahunan antara 0,6 persen dan 1,7 persen karena ketidakpastian seputar pandemi telah berdampak signifikan pada konsumsi dan investasi bisnis.

Baca juga:

Ini berarti Indonesia akan mencatat kontraksi ekonomi tahunan untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan Asia 1998. Perekonomian negara menyusut 13,13 persen pada tahun 1998 sebelum pulih menjadi 0,79 persen pertumbuhan tahun berikutnya.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Ingin Membeli Rumah? Ketahui Perbedaan AJB, PJB, dan PPJB

Intenselynews.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang. Selain membangunnya sendiri, membeli rumah adalah opsi yang paling mudah untuk dipilih. Ada banyak sekali...

Rekomendasi Film Inspiratif untuk Anda Menjelang Akhir Pekan

Intenselynews.com – Sepanjang tahun 2020 ini, sudah tak terhitung rasanya lelah yang tertumpuk di pundak. Namun, jangan biarkan semua beban itu membuat Anda jadi...

Pengertian Reksadana Secara Luas, Mengenal Jenis dan Perbedaannya

Intenselynews.com – Di antara sekian banyak jenis instrumen investasi, Anda tentu sudah tidak asing dengan reksadana. Investasi satu ini banyak dipilih karena mudah, dapat...

Gaji 5 Juta Bisa Beli Rumah, Bagaimana Caranya?

Intenselynews.com – Siapa yang tidak ingin punya rumah sendiri? Selain jadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga, rumah bisa menjadi aset yang berharga untuk...

Apa Kata Pakar Emas Saat Harganya Sedang Turun? Saatnya Belikah?

Intenselynews.com – Emas merupakan salah satu instrumen investasi tertua yang pernah digunakan oleh manusia. Emas pernah dijadikan sebagai alat tukar dan menjadi simbol kekayaan...
Translate »