28.4 C
Jakarta

Masa Depan Fintech, Sektor yang Diprediksi Bertahan Paska COVID-19

Intenselynews.com – Mewabahnya COVID-19 memberikan dampak pada seluruh ekosistem perekonomian. Dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi, maka fintech perlu memiliki pondasi kuat untuk memenuhi kebutuhan publik dewasa ini. Dengan berkembangnya beberapa jenis fintech, seperti crowdfunding, p2p lending, payment gateway, dll, bagaimanakah masa depan fintech di berbagai sektor paska COVID-19?

Dampak signifikan dengan mewabahnya COVID-19 terhadap fintech saat ini yang paling dirasakan adalah meningkatnya penggunaan aplikasi fintech. Namun, terjadi pula melambatnya pendanaan dan penurunan pendirian perusahaan fintech baru. Hal itu karena investor lebih selektif untuk memilih jenis investasi yang tepat di masa krisis ini.

Menurut sebuah survei pada bulan Maret lalu terhadap lebih dari 1.000 perusahaan teknologi (termasuk fintech) di seluruh dunia, yang dilakukan oleh Genome, menemukan bahwa lebih dari 40% perusahaan tidak memiliki modal cukup untuk bertahan hidup pada Juni lalu, dengan sekitar dua pertiga dari perusahaan ini tidak memiliki cukup modal untuk bertahan melewati September.

Sementara menurut data dari CB Insights, aktivitas pembiayaan pada kuartal pertama 2020 jauh di bawah rata-rata historis. Di mana menunjukkan bahwa hingga akhir Maret 2020, dolar meningkat dan jumlah transaksi keuangan untuk perusahaan fintech turun dari bulan ke bulan, dari kuartal ke kuartal dan dari tahun ke tahun.

Meski pendanaan pada beberapa startup fintech mapan (berstatus unicorn) menunjukkan lintasan pertumbuhan positif. Namun, beberapa perusahaan fintech dalam hal pendanaan diprediksi sulit karena kondisi pasar yang diciptakan COVID-19.

Masa Depan Fintech Tergantung Produk yang Ditawarkan

Selain karena nama besar dan lamanya perusahaan telah berdiri, skalabilitas, serta kondisi manajemen keuangan yang baik, prospek fintech di masa depan juga bergantung dari produk yang ditawarkan, terutama di saat pandemi. Berikut ini jenis fintech yang diprediksi terkena dampak kuat karena COVID-19.

  • Fintech P2P Lending / Pinjaman Online :

Sektor fintech p2p lending atau pinjaman digital mungkin bisa bertahan dalam jangka panjang. Mengingat prospeknya yang dibutuhkan banyak orang dalam hal pendanaan. Namun, dalam jangka pendek bisa menjadi tersendat karena pelanggan individu maupun bisnis saat ini yang terkena dampak COVID-19, kemungkinan mengalami telat bayar hingga gagal bayar.

  • Fintech Penyedia Layanan Teknologi :

Sektor penyedia layanan teknologi ini merupakan salah satu industri yang masih mengalami pertumbuhan positif ketika COVID-19 mewabah. Hal itu karena sejumlah organisasi keuangan bergegas untuk menyediakan solusi digital guna memenuhi permintaan konsumen. Paska COVID-19 akan menarik untuk diketahui apakah investasi dalam industri ini terus bertumbuh mengingat publik yang kian serba digital.

  •  Fintech Payment Gateway / Pembayaran Digital

Fintech payment gateway atau pembayaran digital diprediksi akan terus kuat posisinya seiring perubahan trend konsumen dalam memilih alternatif pembayaran, yang semula tradisional menjadi digital (cashless). Apalagi saat COVID-19 publik banyak menggunakan sistem pembayaran online ketimbang uang tunai atau kartu untuk mencegah penyebaran virus. Namun, dalam industri perjalanan, untuk pembayaran dalam tiket penerbangan dan akomodasi cukup terpukul, karena saat ini masyarakat sebagian besar tidak melakukan perjalanan jauh/berpariwisata.

  • Fintech Layanan Investasi, Simpanan, dan Tabungan

Kategori fintech layanan investasi, simpanan, dan tabungan diperkirakan akan tumbuh secara keseluruhan. Hal itu karena perilaku konsumen yang menunjukkan pertumbuhan dalam berinvestasi, misalnya emas dan reksa dana. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlanjut di masa mendatang karena konsumen terus bereaksi terhadap perubahan pasar yang ekstrem (penurunan dan kenaikan harga), serta membuka peluang pembelian investasi dalam jumlah besar.

Baca:

Image by Graphics Ninja from Pixabay

-Sintha Rosse-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Kompetisi Trading Aset Kripto Diluncurkan bitFlyer dan Quazard

Intenselynews.com – Luxembourg – bitFlyer, perusahaan cryptocurrency exchange dikabarkan bermitra dengan Quazard, pengembang game crypto-trading. Kemitraan itu untuk membawa kompetisi trading aset kripto terverifikasi...

Pengusaha Properti Paling Sukses dan Terkaya di Dunia

Intenselynews.com – Bukan rahasia lagi jika properti adalah salah satu industri yang paling menjanjikan di dunia. Pertumbuhannya juga meningkat pesat sepanjang tahun. Tak heran...

Buka Usaha E-Commerce Baru? Beberapa Hal Ini Penting Diketahui!

Intenselynews.com – Sebagai pemula di dunia bisnis e-commerce, berbagai kisah sukses para pengusaha yang lebih dulu terjun ke industri tersebut mungkin membuat Anda berpikir...

Amazon Patenkan Sistem Blockchain untuk Pelacakan Rantai Pasokan

Intenselynews.com – Tertanggal 26 Mei lalu perusahaan e-commerce terkemuka dunia, Amazon, mengajukan paten untuk sistem Blockchain pelacakan barang mereka di rantai pasokan. Amazon patenkan...

Pemerintah Venezuela Tuntut Inggris atas Emas Mereka

Intenselynews.com – Seperti yang kita ketahui, pemerintah Venezuela mengalami krisis ekonomi berkepanjangan selama beberapa tahun ke belakang. Negara tersebut mengalami penurunan nilai mata uang...
Translate »