Mengatur Keuangan Picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Setiap orang pasti akan mengalami datangnya hari tua atau masa pensiun. Di saat ini, banyak orang yang bermimpi bisa menikmati hari tua tanpa beban. Bermain dengan cucu sembari berkebun di halaman belakang rumah. Nyatanya, mempersiapkan dan mengatur keuangan sebelum hari tua itu bukanlah perkara mudah. Banyak orang yang gagal melakukannya meski di masa muda mereka punya penghasilan yang mencukupi. Lalu Bagaimana cara mengatur kesehatan keuangan sebelum hari tua? mari simak dibawah ini.

Meski ada yang berhasil mewujudkan impiannya pensiun dengan tenang, tidak sedikit yang tetap harus bekerja di usia senja. Ada juga yang berakhir menjadi tanggungan anak-anaknya, menciptakan siklus sandwich generation yang sulit diputus.

Punya anak-anak sebagai tempat bergantung di masa tua memang sah-sah saja. Namun mempersiapkan sendiri keuangan menjelang masa pensiun adalah kewajiban setiap orang. Lantas, bagaimana caranya menjaga kesehatan keuangan agar tetap bisa menikmati masa-masa pensiun yang damai dan menyenangkan?

1. Pastikan Anda Sudah Punya Investasi

Investasi adalah hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Bukan hanya ketika akan pensiun, investasi bahkan sudah harus disiapkan selagi kita masih muda. Mengapa? Semakin lama jangka waktu investasi Anda, semakin banyak keuntungan yang mungkin didapatkan dan artinya, semakin dekat Anda dengan masa pensiun yang bebas dari beban finansial.

2. Siapkan Dana Pensiun Sedini Mungkin

Selain dana darurat, ada satu pos lagi yang harus selalu Anda siapkan yakni dana pensiun. Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan yang memberikan jaminan pensiun, maka itu akan sangat membantu. Tapi bagi yang tidak punya, maka dana pensiun harus Anda siapkan sendiri. Anda bisa menabungnya ke bank dalam rekening khusus atau ikut program tabungan pensiun yang ditawarkan oleh bank.

3. Miliki Asuransi

Normalnya, semakin tua usia kita, semakin menurun tingkat kesehatan. Karena itu memiliki asuransi sebelum pensiun adalah sebuah keharusan sebagai langkah proteksi. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda bisa meminimalisir keluarnya dana darurat untuk biaya pengobatan.

Selain asuransi kesehatan, asuransi jiwa juga perlu dipertimbangkan. Terutama jika setelah masa pensiun Anda masih memiliki anak atau anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Memiliki asuransi jiwa akan memberikan rasa aman bagi anggota keluarga jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kepala keluarga atau tulang punggung.

4. Memiliki Sumber Passive Income

Sebelum memasuki masa pensiun, coba Anda bayangkan terlebih dahulu masa pensiun seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda masih ingin tetap bekerja? Atau mencari pekerjaan paruh waktu untuk mengisi kekosongan? Atau justru hanya ingin bersantai? Yang pasti ketika Anda memutuskan pensiun, Anda sudah tidak bekerja yang artinya Anda sudah tidak punya lagi pemasukan bulanan (kecuali jika Anda adalah seorang pengusaha).

Meski tidak punya pemasukan tetap, ketika pensiun Anda masih punya pengeluaran tetap yakni kebutuhan harian. Di sinilah Anda harus memikirkan dari mana akan mendapatkan sumber dananya. Jika Anda tidak bekerja, satu-satunya cara adalah dengan memiliki passive income sendiri. Passive income akan memberikan Anda keuntungan meski Anda tidak bekerja aktif untuk mengurus instrumennya.

Beberapa sumber passive income yang banyak dimanfaatkan orang adalah dengan membuka rumah kos (Anda akan mendapatkan pemasukan dari biaya sewa bulanan), bisnis yang berjalan otomatis, paper asset, royalti (jika Anda adalah seorang penulis atau musisi) hingga network selling.

Baca juga: 

Memiliki keuangan yang sehat hingga hari tua adalah hal yang penting. Dan Anda tidak akan bisa mewujudkannya hanya dalam waktu sehari dua hari. Butuh usaha ekstra sejak muda untuk bisa merasakan nikmatnya pensiun yang mapan finansial. Karena itu, mempersiapkan diri sejak dini dengan mengatur keuangan dan memiliki 4 hal di atas adalah hal yang wajib kita lakukan. Bagaimana, sudah siap pensiun dalam kondisi keuangan yang sehat?

Image by Nattanan Kanchanaprat from Pixabay

-Dita Safitri-

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here