More
    Beranda Blockchain Meningkatkan Rantai Pasokan, Pemerintah India Adopsi Blockchain dan AI 

    Meningkatkan Rantai Pasokan, Pemerintah India Adopsi Blockchain dan AI 

    Intenselynews.com –  Blockchain dan AI tak bisa kita pungkiri kini menjadi teknologi andalan dunia. Banyak pihak mulai mengadopsi teknologi tersebut untuk berbagai kepentingan, seperti pada industri keuangan, kesehatan, asuransi, hingga meningkatkan rantai pasokan. Terkait hal itu, baru-baru ini kabar baik datang dari India. Pemerintah negara telah menerapkan teknologi canggih, Blockchain dan AI di portal pengadaan publik (GeM).

    Bersumber dari blockchain.news, penerapan itu bertujuan untuk memungkinkan kelancaran transaksi antara pembeli dan penjual. Hasilnya, portal ini disebut-sebut menjadi lebih dinamis karena rantai pasokan itu menjadi infrastruktur yang lebih aman dan terdistribusi.

    Baca juga:

    Meningkatkan Rantai Pasokan, Blockchain & AI Berkolaborasi

    Portal pengadaan publik menghadapi banyak tantangan, oleh karena itu GeM berusaha untuk memecahkan kondisi tersebut menggunakan bukti konsep (proof of concept) Blockchain untuk mendapatkan item tertentu, seperti obat-obatan dalam jumlah besar dengan efisien.

    CEO GeM Talleen Kumar mengakui bahwa bukti arsitektur konsep telah digunakan di dua distrik di India. Dia berkata bahwa:

    “Sebuah proyek Blockchain Proof of Concept untuk menampilkan visibilitas rantai pasokan produk dan keterlacakan dalam pengadaan massal obat-obatan di dua distrik di Uttar Pradesh … dan oleh perusahaan di bawah Direktur Jenderal, Armed Forces Medical Services (DGAFMS) saat ini sedang berlangsung…,” dikutip dari blockchain.news.

    Baca juga:

    Peran Penting Blockchain & A dalam Perbaikan Perencanaan & Pengawasan Pengadaan

    Dengan menggabungkan bukti konsep Blockchain dengan pemrosesan bahasa alami AI, pemerintah India bekerja untuk mengubah perencanaan dan pengawasan pengadaan. Kecerdasan buatan juga akan memainkan peran penting dalam pemetaan pelanggan dan prediksi perilaku untuk hasil yang optimal.

    Kumar mengatakan bahwa:

    “Latihan Proof of Concept ini sedang dilakukan untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan Track and Trace untuk obat-obatan berbasis Blockchain di mana produsen tertentu akan memindahkan obat yang diperlukan ke gudang pembeli, dan obat ini kemudian akan dikeluarkan ke pusat kesehatan masing-masing,” dilansir dari blockchain.news.

    Portal akan digunakan di berbagai area, seperti analitik prediktif, deteksi penipuan dan anomali, kewarasan pasar, penandaan otomatis dan deskripsi teks, manajemen katalog dan perencanaan pengadaan.

    Gambar oleh Pete Linforth dari Pixabay

    -IN-

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Translate »