More
    Beranda Investasi Pengertian Reksadana Secara Luas, Mengenal Jenis dan Perbedaannya

    Pengertian Reksadana Secara Luas, Mengenal Jenis dan Perbedaannya

    Intenselynews.com – Di antara sekian banyak jenis instrumen investasi, Anda tentu sudah tidak asing dengan reksadana. Investasi satu ini banyak dipilih karena mudah, dapat dimulai dengan modal yang kecil dan memiliki risiko bervariasi. Selengkapnya, simak lebih jauh pengertian reksadana dan perbedaannya sebelum Anda mulai berinvestasi ke dalamnya!

    Sebelum Berinvestasi Ketahui Lebih Dulu Pengertian Reksadana, Jenis dan Perbedaannya

    Saat ini, reksadana menjadi salah satu opsi investasi bagi masyarakat, terutama mereka yang tidak punya dana investasi besar. Selain itu, reksadana juga banyak dipilih oleh mereka yang tidak punya banyak waktu dan ilmu untuk menghitung seberapa besar risiko investasi mereka.

    Secara umum, reksadana dapat didefinisikan sebagai tempat yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana dari para investor untuk kemudian diinvestasikan ke dalam sebuah portofolio efek oleh manajer investasi. Singkatnya, investor menyerahkan dana yang mereka miliki untuk diinvestasikan ke dalam efek yang dikelola semua prosesnya oleh manajer investasi.

    Baca Juga :

    Jenis-Jenis Reksadana

    Reksadana memiliki beberapa jenis yang masing-masing memiliki pengertian serta risiko masing-masing. Ada 4 jenis reksadana yang bisa Anda temukan di pasaran yakni:

    1. Reksadana Pasar Uang

    Reksadana jenis ini merupakan reksadana yang dilakukan dengan menginvestasikan dana ke pasar uang dengan waktu jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun. Beberapa jenis instrumen yang termasuk ke dalam reksadana pasar uang antara lain adalah deposito berjangka, sertifikat deposito dan surat berharga.

    2. Reksadana Pendapatan Tetap

    Disebut juga dengan istilah fixed income fund, reksadana jenis ini menginvestasikan setidaknya 80% dari total aktiva untuk membeli obligasi atau efek yang berupa utang. Tujuannya agar investor mendapatkan return yang stabil.

    3. Reksadana Campuran 

    Dikenal juga dengan nama balance mutual fund, reksadana campuran memasukkan dana ke dalam bentuk investasi yang beragam. Seperti namanya, reksadana campuran biasanya terdiri dari saham yang dicampurkan dengan obligasi.

    4. Reksadana Saham

    Reksadana equity fund atau saham ini menggunakan setidaknya 80% dari total aktiva untuk membeli efek yang berbentuk ekuitas (saham). Tujuannya agar saham yang dibeli dapat tumbuh dan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

    Perbedaan Reksadana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham dan Campuran

    Meskipun secara umum reksadana merupakan opsi instrumen investasi berisiko rendah, namun karena terdapat beberapa perbedaan di dalamnya, risikonya juga bisa berbeda-beda. Sebelum menentukan jenis reksadana mana yang ingin Anda beli, simak beberapa perbedaannya berikut ini!

    1. Dari Segi Risiko

    Jika dilihat dari risikonya, reksadana pasar uang merupakan yang berisiko paling kecil. Selanjutnya pada risiko menengah ada reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran. Reksadana dengan risiko tertinggi dipegang oleh reksadana saham. Hal ini disebabkan karena instrumen saham yang digunakan memang harganya cenderung sangat fluktuatif.

    2. Dari Segi Keuntungan/Return

    Setiap orang yang berinvestasi pasti menginginkan pengembalian atau return yang tinggi. Sayangnya, kebanyakan investasi dengan keuntungan besar juga dibarengi dengan konsekuensi risiko yang besar juga.

    Dengan risiko paling kecil, reksadana pasar uang menjadi jenis reksadana dengan pengembalian modal terkecil. Sementara reksadana pendapatan tetap menghasilkan pengembalian yang sedang serta stabil. Dibandingkan reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran memiliki peluang memberikan keuntungan yang lebih besar.

    Di sisi lain, reksadana saham memang memberikan keuntungan yang besar. Namun perlu diingat bahwa risikonya juga besar. Terlebih di era pandemi yang serba tidak stabil ini. Ada kalanya harga saham anjlok dan ini bisa memengaruhi nilai investasi yang Anda tanamkan.

    Manakah Jenis Reksadana yang Terbaik?

    Pada dasarnya, tidak ada jenis reksadana yang dianggap terbaik. Masing-masing investor dapat memilih sesuai dengan tingkat risikonya. Jika Anda hanya mampu menoleransi risiko kecil, pilihlah instrumen berisiko rendah. Sebaliknya, jika Anda termasuk investor agresif, pilihlah produk yang lebih berisiko tinggi dengan return yang tinggi pula.

    Baca juga:

    Itulah penjelasan mengenai reksadana dan perbedaan masing-masing jenisnya. Pilihlah produk investasi dengan bijak sesuai dengan tingkat risiko Anda.

    Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

    -Dita Safitri-

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Boleh Dibaca

    Bagaimana Menginvestasikan Uang Anda dengan Bijak?

    Intenselynews.com – Sebagai pemula, berinvestasi pada mulanya mungkin tampak menakutkan. Terutama ketika Anda membayangkan risiko kerugian. Namun, jika Anda memulainya dengan melalukan penelitian terlebih...

    Cara Memilih Bisnis Franchise yang Tepat untuk Anda!

    Intenselynews.com – Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, memilih jenis usaha yang akan dijalankan kadang menjadi sesuatu yang membingungkan. Belum lagi harus memikirkan produk,...

    Kenaikan Bitcoin, Investor Ethereum dan Ripple Ikut ‘Kecipratan’ Rezeki

    Intenselynews.com – Hampir semua investor aset kripto pasti tahu bahwa kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya popularitas aset kripto nomor satu dunia ini pasti akan...

    Wabah Virus Corona dan Pengaruhnya di Ruang Kripto Terkini

    Intenselynews.com – Wabah virus Corona (Covid-19) masih menjadi perhatian utama dunia saat ini. Mulai mewabah sekitar 17 November 2019 lalu di Wuhan, tidak sampai...

    Momentum Terbaik untuk Membeli Emas, Kapan Saja?

    Intenselynews.com – Sebagai salah satu jenis investasi tertua yang pernah ada, harga emas terus mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi...
    Translate »