Penggunaan Blockchain picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Epidemi wabah coronavirus masih berlangsung hingga kini. Di tengah epidemi tersebut, China telah mengambil langkah untuk memanfaatkan penggunaan Blockchain. Blockchain dengan kemampuannya menyimpan data terenkripsi dan catatan untuk melacak transaksi membantu pemerintah China dan lembaga medis dalam pertempuran melawan virus corona baru tanpa mengorbankan privasi.

Penggunaan Blockchain di Tengah Epidemi Coronavirus

Outlet berita domestik People’s Daily Online melaporkan pada 17 Februari, sejak 1 hingga 14 Februari 2020, setidaknya 20 aplikasi berbasis blockchain telah diluncurkan untuk membantu mengatasi wabah coronavirus.

Teknologi blockchain digunakan untuk mengelola data medis, melacak pasokan bahan pencegahan virus, dan berkonsultasi dengan publik. Sebagian besar aplikasi digunakan untuk mengelola data pribadi warga karena banyak orang kembali bekerja bulan ini. Otoritas lokal mencatat bahwa Blockchain memungkinkan mereka melacak dan mengamankan informasi yang dikumpulkan secara efektif.

Dilaporkan baru-baru ini di Xi’an, Provinsi Shaanxi, merilis sebuah sistem untuk konsultasi dan penyaringan online, serta mengelola catatan kesehatan dengan teknologi Blockchain pada 1 Februari. Sistem blockchain secara aman mengelola catatan kesehatan, dan memastikan interoperabilitas tanpa mengorbankan keamanan dan privasi pasien.

Selain itu di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Teknologi Vastchain meluncurkan Access Pass, sebuah program berbasis WeChat. Program ini menghasilkan kode QR untuk memungkinkan warga memasuki komunitas yang terjaga keamanannya.

Dengan penyebaran coronavirus, pengelolaan, alokasi, dan donasi pasokan bantuan menjadi tantangan. Bekerja sama dengan Komisi Kesehatan Provinsi Zhejiang dan Departemen Ekonomi dan Teknologi Informasi, platform pembayaran Alipay memperkenalkan sebuah platform yang memungkinkan organisasi amal dan inisiatif berkolaborasi lebih transparan dan efisien. Secara khusus, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melacak alokasi dan donasi persediaan bantuan, ulasan, pencatatan dan penelusuran permintaan, serta rantai pasokan medis.

Dipimpin oleh Komisi Kesehatan Provinsi Zhejiang dan Departemen Ekonomi dan Teknologi Informasi, platform berbasis Blockchain itu memungkinkan peninjauan, pencatatan dan pelacakan permintaan, persediaan, dan logistik bahan-bahan pencegahan epidemi.

Dampak Coronavirus

Wabah coronavirus berdampak pada bisnis. Bahkan beberapa konferensi terkait cryptocurrency ditunda. Startup Blockchain yang berbasis di Hong Kong, Bitspark, juga secara tiba-tiba mengumumkan penutupannya. Penutupan itu terjadi bersamaan dengan wabah coronavirus di China dan protes anti-pemerintah di Hong Kong, di mana kantor pusat Bitspark berada.

Bersumber dari cointelegraph, perusahaan penambangan aset kripto, seperti Bitmail, MicroBT, dan Canaan juga menerbitkan pemberitahuan di situs web mereka tentang keterlambatan dalam layanan purna jual dikarenakan wabah virus.

Meski demikian kabar baik datang dari Blue Cross Insurance, milik Bank of East Asia. Lembaga itu dikabarkan membantu mengurangi dampak birokrasi dari wabah coronavirus dengan aplikasi klaim medis.

Baca:

Menghindari Coronavirus

Sebagaimana dikabarkan oleh Intenselynews sebelumnya, bahwa salah satu cara menghindari virus corona adalah dengan rajin mencuci tangan, terutama setelah Anda bepergian dan sebelum makan. Cara Mencuci Tangan 6 Langkah Standar WHO adalah:

  • Tuang cairan antiseptik (handwash) pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
  • Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
  • Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
  • Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
  • Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  • Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

Image by Pete Linforth from Pixabay

-Sintha Rosse-

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here