Proyek Kehutanan di Kazakhstan picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Teknologi Blockchain merambah area perhutanan. Baru-baru ini kabar datang dari Kazakhstan. Di negara itu, sebuah perusahaan Blockchain Bitfury bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam proyek kehutanan di Kazakhstan. Keduanya akan berkolaborasi dalam menciptakan kawasan hutan Pavlodar sebagai inisiatif pengurangan karbon pertama di Kazakhstan.

Bersumber dari astanatimes, kedua entitas itu akan menandatangani perjanjian pada akhir Januari dengan Kementerian Ekologi, Geologi, dan Sumber Daya Alam Kazakhstan dalam proyek pelestarian dan peningkatan hutan negara, yakni menciptakan hutan di wilayah Pavlodar.

Tujuan Proyek Kehutanan di Kazakhstan

Sebagaimana dilaporkan astanatimes, kerja sama proyek ini bertujuan membantu negara Kazakhstan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 15% selama dekade mendatang, untuk memenuhi komitmennya dalam Perjanjian Paris 2016.

“Ini adalah inisiatif pengurangan karbon pertama untuk Kazakhstan dan kami berharap ini akan mempercepat upaya negara untuk mengurangi karbon dioksida dalam kemitraan dengan sektor swasta. Solusi praktis ini akan membutuhkan pelembagaan dan perluasan,” kata Yakup Beris, Resident Representative UNDP di Kazakhstan, dikutip dari astanatimes.

Seperti yang tercatat di astanatimes, Kazakhstan saat ini memiliki 29 juta hektar hutan. Namun, sebagian besar lahan terancam oleh kebakaran hutan ilegal, penebangan dan perubahan penggunaan lahan.

Proyek ini akan dimulai dengan tujuan menciptakan 20 hektar untuk mengkompensasi jejak karbon Bitfury. Hutan akan mengkonsumsi karbon dioksida yang dihasilkan oleh penyedia listrik bertenaga batu bara lokal untuk bahan bakar operasi Bitfury. Diharapkan langkah ini akan mengimbangi jejak karbon Bitfury sebesar 100-110%.

“Kami sepenuhnya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan UNDP yang bertujuan melindungi planet kita dan terinspirasi oleh inisiatif Kazakhstan untuk menciptakan mekanisme untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata CEO Bitfury dan salah satu pendiri Valery Vavilov, menurut pers.

Meruyert Sarsembayeva, pakar mekanisme keuangan di Biodiversity Financing Initiative (BIOFIN), menjelaskan:

“Proyek ini akan dimulai dengan membuat bahan-bahan kartografi hutan yang tidak dikelola dan membeli peralatan pemadam kebakaran. Para pihak akan menentukan rentang kompensasi emisinya.”

Keterlibatan pemerintah Kazakhstan dan pihak berwenang setempat adalah suatu keharusan karena “implementasinya membutuhkan perubahan status hukum di kawasan hutan,” tambahnya.

Peran Biodiversity Financing Initiative (BIOFIN)

Bitfury dan inisiatif pengurangan karbon UNDP berada di bawah naungan Inisiatif Pendanaan Keanekaragaman Hayati (BIOFIN), sebagai bagian dari upaya yang terakhir untuk meningkatkan praktik pengelolaan hutan melalui perubahan undang-undang dan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pengurangan emisi.

BIOFIN secara global membantu berbagai negara seluruh dunia untuk menilai pengeluaran keanekaragaman hayati, dan menyusun strategi dalam pendanaan yang dibutuhkan guna mencapai tujuan hijau.

Dengan dukungan PBB, negara tersebut telah mengurangi konsumsi energi tahunan untuk memanaskan pilot bangunan perumahan sebesar 25-45% dalam lima tahun terakhir. Kazakhstan telah menetapkan tujuan untuk menerima 50% energinya dari sumber-sumber alternatif dan berkelanjutan pada tahun 2050

Baca juga: Filipina dan BCB Blockchain Bekerja Sama Bangun Kota Pintar

Blockchain dan Industri Florist

Perjalanan teknologi Blockchain dalam berbagai industri telah banyak ditemukan, seperti di industri kesehatan, rantai pasokan, perdagangan, dll. Bahkan dalam industri bunga, teknologi blockchain yang memiliki kekuatan pada database dipercaya dapat mengubah industri tersebut.

Seperti bersumber dari floraldaily, perusahaan pengembang perangkat lunak QuickFlora menyimpulkan bahwa Blockchain akan mendukung industri bunga dalam hal data seperti,  menemukan lokasi fisik setiap petani dan berapa hektar yang mereka tanam, informasi produk bunga, berbagi informasi terkait apa yang ditanam, kapan dipanen, dan bagaimana pengirimannya dengan sangat detail agar semua pembeli di dunia dapat melihat data itu kapan dan di mana saja.

Baca juga:

Image by Igor Nigay from Pixabay

-SR-

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here