Rico Tedyono picture
Top Advertisement

Intenselynews.com –  Seperti namanya, Komunal sebagai perusahaan P2P lending memang memiliki impian untuk bisa tumbuh dan berkembang bersama komunitas. Mempertemukan antara UKMK berpotensi dengan para investor merupakan langkah yang tepat untuk dapat mendukung perekonomian Indonesia yang lebih baik. profil minggu ini, intenselynews.com akan menampilkan sosok Rico Tedyono, maka dari itu langsung saja kita simak intenselynews.com wawancara langsung dengan bapak Rico Tedyono.

Rico Tedyono, co-founder yang sekaligus menjabat sebagai COO berbagi insight-nya dengan Intenselynews. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di berbagai posisi strategis bidang operasional dan perencanaan, peraih gelar Master di bidang sains dari ational Cheng Kung University, Taiwan dan Magister Management dengan konsentrasi Keuangan dan Manajemen Investasi dari Universitas Surabaya pada tahun 2017 menyampaikan harapan besarnya untuk perekonomian Indonesia. Simak petikannya berikut ini!

Wawancara intenselynews dengan Rico Tedyono

Intenselynews (IN): Boleh diceritakan secara ringkas bagaimana Anda bertemu dengan dua co-founder lainnya hingga mendirikan Komunal?

Rico Tedyono (RT): Sebelum bersama-sama merintis Komunal, saya dan kedua co-founder adalah teman. Hendry merupakan teman satu alumni dari SMP dan SMU Petra 1 Surabaya. Sedangkan Kendrick merupakan alumni satu universitas di Singapore Management University.

IN: Sebagai penyedia jasa P2P lending, apa misi besar Komunal yang sampai sekarang masih Anda rencanakan bersama tim?

RT: Misi besar yang kami adalah memberikan akses keuangan yang lebih luas ke area Indonesia Timur. Saat ini perkembangan ekonomi terpusat di Jabodetabek, sehingga adanya pemerataan akses yang dimulai di Jawa Timur tentunya dapat merembet kepada percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.

IN: Dari sekian banyak pengalaman kerja yang pernah Anda jalani, apa yang menurut Anda paling berguna diterapkan di perusahaan Anda yang sekarang?

RT: Menurut saya yang paling penting itu adalah Change Management dan Creative Thinking.

IN: Anda memiliki pengalaman kerja di industri keuangan konvensional. Apa perbedaan paling mendasar antara perbankan konvensional dan fintech dari kaca mata Anda?

RT: Perbedaan yang paling mendasar adalah kemampuan adaptasi di era industri 4.0 dan memiliki pola pikir creative thinking yang tentunya down to earth untuk dapat diterapkan dalam membantu memberikan solusi konkret atas permasalahan ekonomi yang ada.

IN: Menurut Anda, bagaimana perkembangan fintech di tanah air? Apakah sudah sesuai dengan harapan?

RT: Perkembangan fintech saat ini menurut saya sudah berjalan dengan baik, namun pencapaian ini dapat lebih baik lagi jika didukung dengan literasi keuangan yang mumpuni serta peran pemerintah sebagai regulator yang dapat dengan sigap memberikan ruang untuk inovasi, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menyokong ekosistem fintech yang ada.

Baca juga :

-Dita Safitri-

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here