33.1 C
Jakarta

Sektor Fintech di Tengah Wabah Virus Corona Saat ini

Intenselynews.com – Imbauan pemerintah agar masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu beraktivitas di rumah mau tak mau membuat berbagai sektor terganggu. Para pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan banyak yang kehilangan omset. Penduduk yang selama ini mengandalkan penghasilan harian terpaksa harus memutar otak dan mencari cara lain agar tetap bisa berpenghidupan.

Masalah keuangan besar yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para penggerak industri teknologi keuangan alias fintech. Ini karena sekarang banyak orang memerlukan biaya tambahan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari yang terganggung karena Corona.

Sektor fintech dianggap masih bisa tetap tumbuh di tengah anjuran physical distancing yang digalakkan pemerintah. Masyarakat yang butuh dana tambahan bisa langsung mengajukan pinjaman secara online tanpa perlu keluar rumah. Ini tentu saja merupakan sebuah dampak positif.

Di sisi lain, peluang ini juga datang dengan tantangan tersendiri. Semakin banyaknya jumlah pinjaman yang disalurkan, mau tak mau juga akan meningkatkan kemungkinan adanya risiko kredit macet. Terlebih situasi yang ada saat ini masih belum bisa diprediksi kapan dan bagaimana akan berakhir. Salah satu cara perusahaan fintech untuk bisa mengatasi persoalan tersebut adalah dengan merancang produk yang sesuai dengan kondisi saat ini. Selain menarik lebih banyak peminjam, melakukan perancangan produk yang tepat juga bisa meminimalisir kemungkinan kredit macet.

Fintech Bantu Sektor UKM agar Bisa Tetap Berjalan

Di luar negeri pemerintahlah yang langsung turun tangan memberikan dana talangan bagi para pelaku ekonomi kecil dan menengah. Sebagai tonggak perekonomian yang paling kokoh, sektor ini harus tetap terjaga kestabilannya. Ini penting karena stabilnya usaha kecil menengah akan mampu menghambat kemerosotan perekonomian yang saat ini sedang dalam kondisi riskan.

Para pelaku UKM diminta agar tidak merasa resah maupun bingung. Sektor fintech menyatakan siap membantu memberikan bantuan pembiayaan. Tujuannya tentu saja untuk menjaga agar operasional bisnis mereka bisa berjalan seperti biasa.

Mark Bruny selaku CFO dari Koinwork menyebut bahwa perusahaannya siap membantu memberikan pendanaan pada UKM yang membutuhkan. Dia juga menyebut bahwa dana yang disediakan oleh KoinWork tetap bisa diakses kapan saja meski kondisi keuangan sedang tidak begitu baik saat ini.

Baca juga:

Sekali lagi sektor fintech berhasil menunjukkan peran yang tak kecil. Langkah ini merupakan salah satu usaha agar seluruh masyarakat Indonesia tetap bisa hidup dengan layak meski saat ini kita sedang menghadapi situasi sulit berupa pandemi.

Image by Free-Photos from Pixabay

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

Ponsel Canggih Terbaru yang Menggunakan Artificial Intelligence

Intenselynews.com – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sejak lama menjadi teknologi yang di sukai generasi muda. Dengan segala kecanggihannya, AI dapat membantu kita...

Gemini Trust Bermitra dengan Samsung untuk Dompet Blockhain

Intenselynews.com – Gemini Trust Co., perusahaan pertukaran aset kripto yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara, bermitra dengan Samsung Electronics untuk mengintegrasikan teknologinya dengan Samsung Blockchain...

Industri Startup E-Commerce Akan Mulai Kembali Pergiat Iklan

Intenselynews.com – Beberapa bulan selama pandemi berlangsung, terjadi pola perubahan belanja yang sangat signifikan di tengah-tengah masyarakat. Selain konsumsi yang berkurang, produk yang dicari...

Dunia Maya dan Hal yang Harus Diwaspadai Ketika Berselancar di Internet

Intenselynews.com – Dunia maya atau internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita. Melalui internet, pemerintah memberikan kebebasan pada kita untuk mengungkapkan...

Waspada, Begini Cara Pelaku Kriminal Beraksi di Facebook!

Intenselynews.com – Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 2,41 miliar di kuarter kedua di tahun 2019, Facebook masih mengantongi predikat sebagai media sosial terbesar dan...
Translate »