Yudi Aryanto picture
Top Advertisement

Intenselynews.com – Dunia pendidikan kita sedang mendapatkan perhatian lebih dalam beberapa bulan terakhir. Pemilihan menteri baru hingga kebijakannya untuk mengganti Ujian Nasional dengan sesuatu yang berbeda, sukses menarik perhatian banyak pihak. Nah, profil minggu ini, intenselynews.com akan menampilkan sosok Yudi Aryanto, seseorang yang berkontribusi lewat pendidikan dan kepenulisan. Maka dari itu langsung saja kita simak intenselynews.com wawancara langsung dengan bapak Yudi Aryanto.

Intenselynews.com berkesempatan untuk membahas masalah pendidikan Indonesia dengan Adrianus Yudi Aryanto. Selain berkiprah selama bertahun-tahun dalam dunia pendidikan, ayah dua anak yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP SMP Santo Aloysius 2 Bandung ini juga ikut berkontribusi mengembangkan wawasan lewat tulisan-tulisannya. Beberapa buku yang sudah diterbitkannya antara lain Think Out of The Box (Berpikir Kreatif dan Inovatif, 2017), Bahagia Jadi Guru Penulis (2017), Pintu Perak (2018) dan Semangat Guru Literat (2019). Selain aktif sebagai penulis, Yudi Aryanto juga bertugas sebagai editor di Penerbit MediaGuru.

Untuk mendapatkan insight lebih dalam dengan alumni pascasarjana Universitas Indraprasta Jakarta tahun 2019 ini, mari simak petikan wawancara bersama Yudi Aryanto.

Intenselynews (IN): Dunia pendidikan kita sedang sangat hangat belakangan ini karena menteri pendidikan yang baru dan kebijakan-kebijakannya. Sebagai seorang guru, bagaimana tanggapan Anda tentang hal ini?

Yudi Aryanto (YA): Prisma dunia pendidikan dewasa ini sangat kompleks. Terlebih terkait penanaman karakter yang tetap harus intens dalam pembelajaran. Kebijakan baru menteri pendidikan perlu disikapi positif sebagai upaya perampingan sistem manajerial diri guru dalam fungsinya sebagai pendidik. Salah satunya bentuk perampingan RPP (satu lembar) yang lebih praktis.

IN: Dengan pengalaman mengajar yang sudah sangat panjang, apa harapan Anda yang belum terpenuhi terkait dunia pendidikan kita?

YA: Harapan saya yang belum terpenuhi terkait dunia pendidikan adalah adanya pemerataan perhatian pemerintah terhadap sekolah di daerah terpencil. Selain itu, sudah waktunya kita memiliki sekolah berbasis enterpreneur (kewirausahaan) kreatif.

IN: Selain sebagai pendidik, Anda juga seorang penulis. Bagaimana Anda memandang dua hal profesi yang Anda jalani ini? Apakah keduanya saling berkaitan satu sama lain?

YA: Dunia sekolah merupakan lahan pengabdian ilmu (profesi kependidikan) yang dalam kesehariannya memunculkan inspirasi di dalamnya. Sebagai pendidik sejatinya guru mampu mengembangkan kompetensi di bidang menulis sebagai wahana pengembangan diri dan sebagai penyumbang (kontributor) ilmu dalam media buku. Keduanya seharusnya terkait harmonis.

IN: Di antara semua buku yang Anda tulis, buku mana yang menurut Anda paling berkesan (baik karena proses penulisannya atau karena isinya)?

YA: Buku keempat saya yang berjudul Semangat Guru Literat adalah yang paling berkesan bagi saya.

IN: Anda adalah seseorang yang memiliki hobi membaca. Apa yang Anda lakukan untuk menularkan kebiasaan yang sama kepada anak-anak Anda?

YA: Kebiasaan yang saya tularkan ke anak didik di sekolah, secara rutin (setiap hari dan pada jam literasi) membaca buku-buku yang disenangi (misalnya; novel dan cergam) yang tersedia di pojok baca. Di rumah, saya membiasakan anak membaca dengan membacakan buku cerita sebelum anak tidur pada waktu malam hari. Selain itu, mengenalkan anak kepada bahan bacaan yang lain (misalnya; koran) yang tersedia di ruang baca di ruang tamu.

IN: Apa harapan Anda terhadap karir Anda sebagai penulis dan guru di masa depan? Target apa yang ingin Anda capai?

YA: Harapan saya terhadap karir sebagai penulis adalah tetap untuk tetap berkarya dalam menerbitkan tulisan yang tetap berkualitas di bidang pendidikan (misalnya, mata pelajaran yang diampu), mengembangkan bakat menulis dan menularkan kebiasaan baik menulis kepada anak didik. Sebagai seorang guru, saya berharap dapat memberikan andil penting dalam inovasi pembelajaran terkait mata pelajaran yang diampu. Satu tujuan yang ingin dicapai dari dua harapan tersebut: menggalakkan anak didik gemar membaca dan menulis.

IN: Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada rekan-rekan sesama guru?

YA: Jangan malu untuk berkarya, tetap upgrading diri dalam pengembangan diri, berani melakukan inovasi dalam dunia pendidikan, sekalipun dalam skala kecil (sekolah) dan berani tampil beda dalam karya tulis.

Baca juga :

-Dita Safitri-

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here